Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pemerasan dengan Modus VCS Terungkap

izak-Indra Zakaria • Rabu, 8 November 2023 | 11:31 WIB
KONFERENSI PERS: Kapolres Kutim AKBP Ronni Bonic membeberkan pengungkapan kasus penipuan dan pemerasan dengan identitas palsu.
KONFERENSI PERS: Kapolres Kutim AKBP Ronni Bonic membeberkan pengungkapan kasus penipuan dan pemerasan dengan identitas palsu.

SANGATTA–Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) mengamankan seorang pria diduga melakukan penipuan love scamming atau kejahatan dengan identitas palsu. Hal tersebut disampaikan Kapolres Kutim AKBP Ronni Bonic, didampingi Kasatreskrim AKP Dimitri Mahendra, Selasa (7/11).

"Modus pelaku berawal dari kenalan melalui medsos (Facebook, Red). Selanjutnya beralih ke aplikasi lain (WhatsApp, Red),” kata Kapolres.

Terduga pelaku mengajak korban untuk melakukan komunikasi intens, bahkan sempat melakukan video call sex (VCS) dan selanjutnya pelaku merekam kegiatan yang mereka lakukan. "Pelaku mengubah suaranya dari laki-laki menjadi perempuan melalui aplikasi game turbo," jelasnya.

Kemudian, pelaku melakukan pemerasan dengan mengancam akan menyebarkan VCS yang mereka lakukan kepada istri dan keluarga apabila korban tidak mentransfer sejumlah uang kepada pelaku.

"Kami telah mendapatkan dua korban dan telah melalukan transaksi sebesar Rp 700 ribu, di mana rinciannya pada Mei sejumlah Rp 500 ribu. Selanjutnya kembali melakukan transaksi sebesar Rp 200 ribu pada Oktober," tandasnya.

Kasatreskrim Polres Kutim AKP Dimitri Mahendra menambahkan, pelaku melancarkan aksinya dengan mematikan lampu dan melakukan perekaman layar, kemudian memeras. "Kami terus melakukan penyidikan dan mencari korban-korban lainnya," imbuhnya. (*/kai/kri/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria