Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kolaborasi dengan Dunia Usaha, Marangkayu Terus Tekan Angka Stunting

izak-Indra Zakaria • Rabu, 8 November 2023 - 20:34 WIB
Camat Marangkayu Ambo Dalle (Istimewa)
Camat Marangkayu Ambo Dalle (Istimewa)

TENGGARONG – Stunting menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk melibatkan segala pihak dalam menanganinya. Terutama 20 Pemerintah Kecamatan yang tersebar di Kukar. Yang diminta untuk terlibat menekan angka stunting dengan berbagai upaya.

Camat Marangkayu Ambo Dalle mengatakan penanganan stunting di wilayahnya terus ditekan. Yang tentunya dengan dukungan dari berbagai pihak, angka stunting di Marangkayu menurun. Dirinya menyebut keberhasilan ini merupakan dukungan dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dan PT Pertamina Hulu Sangasanga (PHSS). Yang berinvestasi di Kecamatan Marangkayu dan membantu dalam mengatasi masalah stunting,

“Jadi masalah stunting ini Alhamdulillah di Kecamatan Marangkayu ada penurunan,” kata Ambo.

Dukungan yang diberikan oleh pihak perusahaan itu berupa pemenuhan gizi terhadap masyarakat di Marangkayu yang disalurkan setiap bulannya, terutama sasarannya di wilayah ring satu perusahaan. Setiap bulannya mereka menyalurkan telur serta kebutuhan gizi lainnya secara langsung kepada warga setempat. Namun, sebelum disalurkan, bantuan terlebih dahulu dikumpulkan di kantor kecamatan.

“Pemenuhan gizi juga menyasar kepada sejumlah sekolah. Bahkan, hingga saat ini perusahan tersebut terus melakukannya secara rutin. Jadi penanganan stunting ini sesuai dengan arahan Bupati Kukar, yang menginginkan Kukar angka stuntingnya turun,” ujarnya.

Pengendalian kemiskinan ekstrem ini pun terus menjadi perhatian di wilayahnya. Warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) juga diminta melalui proses verifikasi dan validasi yang tepat sasaran.

“Masalah ini pak Bupati berharap betul-betul ditindaklanjuti. Pertama mendata warga agar yang masuk dalam DTKS itu betul-betul KK yang memang sesuai arahan, jangan sampai ada masyarakat yang mampu tapi masih masuk DTKS,” tutup Ambo. (adv/moe)

Editor : izak-Indra Zakaria