BALIKPAPAN – DPRD Balikpapan mengawal pembangunan fasilitas pendidikan di Kota Minyak. Mengingat infrastruktur pendidikan ini termasuk program prioritas Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.
Setiap tahun, DPRD Balikpapan menyetujui anggaran pembangunan sekolah untuk menambah daya tampung siswa. Jika tahun lalu anggaran diberikan untuk membangun SMP 25 di Balikpapan Barat. Kini pembangunan sekolah berlanjut di Balikpapan Selatan.
Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh menjelaskan, saat ini wakil rakyat di legislatif mengawal rencana pembangunan SMP di Balikpapan Tengah dan Balikpapan Timur. Ada pun sudah dilakukan kajian dan detail engineering design (DED).
Rencananya pembangunan fisik akan berlangsung pada 2024. “Sekolah ini sudah ada alokasi anggarannya dari APBD tahun depan,” katanya. Dia menambahkan, setiap sekolah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 35 miliar.
Abdulloh setuju dan mendorong pembangunan sekolah. Tujuannya untuk mengatasi permasalahan kekurangan daya tampung sekolah yang terus muncul setiap kali momen penerimaan peserta didik baru (PPDB).
“Apalagi jumlah penduduk semakin bertambah dan otomatis kebutuhan sekolah semakin meningkat juga,” ujarnya. Maka mau tidak mau, Pemkot Balikpapan harus mengejar pembangunan sekolah setiap tahun.
Sehingga daya tampung peserta didik di sekolah negeri mengalami peningkatan. “Pemerintah sesuai undang-undang wajib menyediakan fasilitas pendidikan. Apalagi ada pencanangan wajib sekolah 9 tahun,” ungkapnya, Jumat (27/10).
Dia menegaskan, seluruh warga negara harus wajib bersekolah dan menjadi tanggung jawab negara yakni Pemkot Balikpapan. Pihaknya siap mendukung penyediaan sarana fasilitas pendidikan sesuai tupoksi legislatif.
Mulai dari fungsi penganggaran, pengawasan, dan regulasi. “Setelah kami sepakati alokasi anggaran, OPD terkait silakan menjalankan pembangunan. Kemudian kami mengawasi lagi pelaksanaannya,” tandasnya. (din/ADV/pro)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan