PENAJAM-Pentingnya peranan ahli gizi di Penajam Paser Utara (PPU) juga menjadi catatan penting dalam penanganan stunting. Untuk itu, Pj Bupati PPU Makmur Marbun meminta kepada para ahli gizi untuk lakukan pendekatan.
“Tentunya dengan mengedukasi kepada mereka terkait asupan makanan bergizi untuk mendukung gerakan hidup sehat dan pencegahan stunting,” kata Marbun dalam kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke – 59, Kamis (16/11).
Menurutnya, untuk mencapai tujuan penurunan angka stunting, perlu keterlibatan aktif dari para ahli gizi. Dalam rangka mendukung program-program kesehatan dan prilaku hidup sehat. Seperti mengidentifikasi kasus stunting yang harus terus dilakukasn secara berjenjang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU serta UPT Puskesmas yang tersebar di empat kecamatan PPU. Saat ini, penanganan stunting di PPU memang mengalami penurunan.
“Tetapi kita terus mengidentifikasi melalui data dari Dinkes PPU,” ujarnya.
“Saya meminta peran aktif para ahli gizi, didukung oleh UPT Puskesemas dan tenaga kesehatan disetiap wilayah. Untuk memantau dan memberikan pendampingan khusus. Karena ini kewajiban kita dalam memberikan pelayanan kesehatan. Baik dalam pencegahan maupun penanganannya,” sambungnya.
Dirinya juga menyampaikan tehadap pentingnya memberikan pendampingan dan pengecekan secara berkala terhadap masyarakat yang terindikasi stunting.
“Sehingga dari upaya ini, pemerintah daerah dapat memberikan bantuan secara tepat sasaran dengan pendampingan para ahli gizi,” tuturnya.
Masyarakat yang terindikasi stunting dapat mendapatkan penanganan yang optimal. “Apabila upaya ini terus dilakukan, sangat memungkinkan kita dapat menjadi daerah yang bebas dari stunting,” ucapnya.
Tidak hanya optimalisasi peran petugas gizi dan kesehatan saja. Melainkan keterlibatan seluruh stakeholder juga dibutuhkan.
“Mulai dari para pasangan pra nikah, program kehamilan, hingga pola asuh dan kebutuhan gizi anak dalam masa pertumbuhan,” pungkasnya.(kim/adv/pro)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan