PENAJAM- Direktur Jenderal (Dirjen) Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Eko S A Cahyanto menyebutkan, Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah memiliki konsep sebagai satu kota berwawasan lingkungan yang berkonsep hijau. Tentunya juga harus diikuti dengan daerah disekitarnya.
“Sebenarnya kami sudah melakukan asesmen. Terkait dengan bagaimana cara kita bisa membangun industri yang bisa menjadi bagian dari ekosistem IKN dan sekitar IKN,” ujarnya, Selasa (21/11) kemarin.
Agar, konsepnya bisa menjadi satu ekosistem yang terintegrasi. Dirinya menyebutkan, koordinasi dan supervise sengaja digelar dalam rangka pembangunan industri yang bakal menjadi ekosistem di IKN.
“Untuk itu, saya sudah berdiskusi berkaitan dengan RTRW dan RDTR yang sekarang sedang disiapkan oleh pemerintah PPU,” katanya.
Dari diskusi tersebut dapat menjadi platform di mana industri tersebut berada. Industri tersebut memang harus dibangun dengan basis perwilayahan. “Bisa berkaitan dengan potensi wilayahnya,” tuturnya.
Misalnya, potensi sumber daya alam (SDA) atau potensi wilayah yang berkaitan dengan konsep pengembangan wilayah seperti yang di miliki IKN. Tentunya industri yang harus dibangun di PPU bisa mejadi bagian dari ekosistem IKN. Tentunya ekosistem hijau di IKN perlu sektor industri dengan produk dan prosesnya yang hijau pula.
“Jadi bukan hanya produknya yang hijau tetapi prosesnya juga harus hijau,” timpalnya.
Jadi, harus sustenance agar bisa long lasting berada di PPU.“Nah itulah yang tadi kita diskusikan bersama - sama dengan Pemkab PPU yang dipimpin langsung oleh pj bupati. Rencana ke depan kita akan melihat langsung, dengan melakukan asesmen dari RDTR yang sudah disiapkan,” tungkasnya. (kim/adv/pro)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan