Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Cabai Rawit dan Peningkatan Tarif Pesawat Sumbang Inflasi November di Balikpapan

izak-Indra Zakaria • Kamis, 7 Desember 2023 - 12:29 WIB
Photo
Photo

Berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan November 2023, Kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,44 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Oktober 2023 yang mengalami inflasi sebesar 0,13 persen (mtm). Disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, R Bambang Setyo Pambudi, secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan tercatat sebesar 3,40 persen (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional (2,86 persen yoy) dan inflasi gabungan 2 Kota di Provinsi Kalimantan Timur (3,30 perse yoy). Adapun inflasi tahun kalender berjalan di Kota Balikpapan adalah 3,20 persen(ytd).

"Komoditas penyumbang inflasi pada bulan November 2023 yaitu komoditas cabai rawit seiring dengan berkurangnya pasokan di tengah cuaca yang tidak menentu," jelas Bambang.

Selanjutnya, inflasi di Kota Balikpapan turut disumbang oleh tarif angkutan udara yang bersumber dari tingginya permintaan masyarakat serta kenaikan harga avtur. "Laju inflasi turut didorong oleh komoditas beras meskipun tekanan inflasi beras menunjukkan perlemahan seiring dengan meningkatnya pasokan, serta pelaksanaan program bantuan sosial beras tahap II yang dilaksanakan sejak September 2023. Selain itu, inflasi pada bulan November 2023 turut disumbang oleh bayam dan kopi bubuk," ujar Bambang kembali.

Di sisi lain, laju inflasi pada bulan November 2023 tertahan oleh beberapa komoditas diantaranya adalah komoditas kacang panjang, pir, minyak goreng, dan ikan layang/ikan benggol serta BBM jenis Pertalite atau Pertamax.

Dikatakan Bambang, Ke depan, beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberikan tekanan inflasi, diantaranya adalah potensi kenaikan permintaan bahan pokok menjelang HBKN Natal dan Tahun Baru.

"Juga tingginya permintaan untuk berbagai komoditas pangan, jasa dan okupansi akomodasi di Kota Balikpapan yang ditengah 2 (dua) Program Srategis Nasional yaitu RDMP Pertamina Balikpapan dan Pembangunan IKN," jelasnya.

Dan juga potensi penurunan produksi pangan di daerah sentra penghasil seiring dengan cuaca yang tidak menentu.

"Untuk itulah Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan terus bersinergi melalui hal-hal diantaranya gelar pasar tani setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu di lingkungan Pemkot Balikpapan," ujarnya.

Kerjasama antar daerah (KAD) untuk komoditas pangan utama, pelaksanaan Gerakan Wanita Matilda (GWM) sebagai bagian dari program GNPIP Kota Balikpapan melalui penanaman tanaman sayuran secara hidroponik dan urban farming komoditas cabai di 6 kecamatan di Balikpapan, serta persiapan pelaksanaan pasar murah dalam rangka momen HBKN Natal dan Tahun Baru.

"Selanjutnya, Bank Indonesia akan senantiasa bersinergi dengan berbagai pihak untuk menjaga tingkat inflasi pada rentang target inflasi nasional 3 persen  ± 1 persen," tutup Bambang. (*/han)

Editor : izak-Indra Zakaria