SAMARINDA–Pembangunan Pasar Baqa di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Samarinda Seberang, sempat mangkrak sejak 2017 lalu, ditargetkan rampung akhir bulan ini. Pembangunan yang menelan anggaran Rp 15,4 miliar dari APBD 2022 dan 2023 itu telah mencapai progress akhir.
Wali Kota Samarinda Andi Harun berkesempatan meninjau lokasi pembangunan Pasar Baqa, Selasa (5/12). Ia mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan pasar tersebut, termasuk Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda dan pelaksana proyek. "Terpenting bersyukur, bangunan dua lantai itu dalam satu sampai dua minggu ke depan siap digunakan, karena masih ada beberapa kelengkapan seperti lift yang belum terpasang dan sejumlah perapian," ujarnya.
Dia meminta Disdag Samarinda segera berkoordinasi dengan para pedagang yang sebelumnya berjualan di luar Pasar Baqa. Ia menargetkan, para pedagang mulai pindah ke pasar baru pada akhir bulan ini. "Saya juga mengusulkan sejumlah penambahan, misalnya di bawah lapak-lapak sayur agar dipasang keramik, supaya memberi kenyamanan pedagang maupun pengunjung," ungkapnya.
Kepala Disdag Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, pihaknya menargetkan peresmian Pasar Baqa pada 25 atau 26 Desember mendatang. Sebelum itu, sekitar 20 Desember akan mulai pemindahan pedagang dari pasar sementara. "Kami utamakan yang punya surat keterangan tempat usaha berjualan (SKTUB). Saat ini masih dilakukan verifikasi karena tim sempat menemukan surat keterangan palsu," ujarnya.
Ia memastikan para pedagang yang menempati lapak di Pasar Baqa tidak dikenakan biaya apa pun. Mereka hanya perlu membayar retribusi harian untuk kebersihan dan retribusi bulanan untuk pajak kekayaan daerah senilai Rp 20 ribu per bulan. “Kami pastikan tidak ada biaya lain. Kalau ada temuan bisa dilaporkan ke kami. Kami harap lapak di pasar tersebut betul-betul dipakai pedagang. Akan dilakukan pengecekan berkala. Kalau diperjualbelikan maka surat keterangan dicabut,” sambungnya.
Pasar tersebut terdiri dua lantai, dengan total 509 lapak. Lantai satu diperuntukkan bagi pedagang sayuran, ikan, ayam, dan daging. Sedangkan lantai dua untuk pedagang keringan seperti konveksi dan lainnya. Pasar Baqa juga dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti closed circuit television (CCTV), pengeras suara (sound), lift barang, toilet, dan musala. Namun, masih ada beberapa kekurangan, seperti IPAL dan fasad depan pasar. “Masih kurang sekitar Rp 1 miliar untuk pembangunan IPAL dan sejumlah penambahan lainnya, kami telah usulkan di APBD 2024. Berharapnya disetujui,” pungkasnya. (dra)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : izak-Indra Zakaria