Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

The Premier Hills Siapkan Tiga Langkah Konkret, Pemkot Tunggu Realisasi

izak-Indra Zakaria • 2024-01-06 12:02:41
BAHAYA: Longsor yang terjadi di Jalan M Said, Gang 6 Blok F Kelurahan Lok Bahu berdampak ke beberapa rumah warga.
BAHAYA: Longsor yang terjadi di Jalan M Said, Gang 6 Blok F Kelurahan Lok Bahu berdampak ke beberapa rumah warga.

Tanggul yang jebol atas kegiatan pematangan lahan The Premier Hills, 29 Desember lalu di Jalan M Said Gang 6 Blok F, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, mendapat perhatian khusus dari Pemkot Samarinda. Pemkot menunggu realisasi komitmen dari pengembang perumahan tersebut.

 

SAMARINDA - Senior Project Manager The Premiere Hills, Novi Sunarsadmoko menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Samarinda yang telah memberi kesempatan untuk menjelaskan situasi yang terjadi di kawasan tersebut. Yakni aspek teknis dan non teknis. Aspek teknis berkaitan dengan penyebab dan solusi dari bergesernya penahan tanah yang terjadi pada Jumat (29/12), yang mengakibatkan rumah warga terdorong. Aspek non teknis berkaitan dengan perizinan, tujuan, dan tanggung jawab proyek The Premiere Hills.

"Secara teknis, kami telah melakukan pemetaan geologi di beberapa titik sebelum membuat penahan tanah, sehingga kami sudah menghitung risiko yang mungkin terjadi. Kami juga telah mengikuti SOP yang berlaku, yaitu berkonsultasi dengan pihak-pihak yang ahli di bidangnya. Tim kami terdiri dari tim ahli geologi dan tim proyek yang bekerja dengan hati-hati," ujarnya.

Fihaknya telah menyiapkan tiga langkah konkret untuk menangani dampak bergesernya penahan tanah. Yaitu mengevakuasi dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak, termasuk menyediakan tempat tinggal sementara dan kebutuhan sehari-hari. Selanjutnya akan membeli tiga rumah yang terdampak dalam bentuk pembebasan lahan.

“Kami juga menyiapkan skenario teknis permanen untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” ucapnya. Sedangkan dari sisi non teknis, pihaknya memiliki landasan hukum yang kuat, dan akan disesuaikan dengan UU Cipta Kerja yang baru.

Proyek ini juga bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi di Samarinda. “Kami memiliki komitmen tinggi untuk bertanggung jawab atas aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan," pungkasnya.

Sementara itu, Asisten II Pemkot Samarinda Sam Syaimun mengatakan, pihaknya akan terus mengawasi kondisi di lapangan dan menanti realisasi komitmen dari pengembang proyek khususnya solusi konkret bagi warga yang rumahnya terdampak longsor akibat bergesernya penahan tanah.

"Jangan sampai komitmen itu tidak terlaksana, mengingat dampaknya kepada rumah warga sekitar,” ujarnya Jumat (5/1).

Ia mengatakan, Jumat (5/11), rapat koordinasi lintas OPD digelar di Balai Kota Samarinda untuk membahas penanganan yang dilakukan. Pihaknya tidak akan tinggal diam jika komitmen tersebut tidak dilaksanakan. Termasuk mengingatkan para pengembang untuk lebih mengutamakan tanggung jawab sosialnya, daripada hanya sekedar mengejar keuntungan.

"Kami harap pengembang bisa bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan oleh proyeknya. Jangan sampai ada korban jiwa atau kerugian materi yang lebih besar lagi," tuturnya.

Dia menambahkan, dari rapat bersama pengembang The Premiere Hills pihaknya dan telah membuat notulen rapat yang berisi komitmen pengembang untuk menyelesaikan masalah tersebut. "Tinggal bagaimana pengembang tersebut menjalankan komitmennya. Kami akan terus memantau dan mengawal prosesnya," tuturnya. (kri)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : izak-Indra Zakaria