Pasar tumpah di Taman Pringgondani Gunung Binjai, Kelurahan Teritip semakin menarik minat masyarakat. Pasar tradisional berkonsep alam yang dibuka sejak 1 September 2023 itu, bukan hanya sebagai tempat jual-beli, tapi juga sebagai tempat wisata keluarga.
BALIKPAPAN – Pasar tumpah tersebut dibuka setiap Sabtu, Minggu dan tanggal merah atau libur nasional sampai pukul 14.00 Wita. Pasar ini menyajikan suasana yang asri, tropis, dan nyaman dengan perpaduan elemen-elemen alam. Seperti pohon-pohon besar, dan taman-taman mini.
Selain itu, ada spot untuk swafoto dan tempat duduk untuk menikmati kuliner yang menunjang suasana hangat dan akrab di antara pengunjung. Pasar tradisional konsep alam ini juga menawarkan berbagai macam produk tradisional dari makanan khas hingga barang kerajinan.
Pengunjung bisa memilih dan membeli menu kulineran tersebut dalam suasana yang unik dan menarik. Para pelaku usaha yang menjual makanannya juga memakai seragam khas jawa dan topi caping.
Owner Taman Pringgondani Surata menceritakan bahwa nama pasar tumpah terinspirasi dari pasar krempyang di Jawa, datang dan pulangnya tumplek blek.
Berbagai faktor yang menjadi penunjang ramainya pengunjung di pasar tumpah dari pekan ke pekan. Salah satunya adalah karena jumlah pedagang yang semakin bertambah. Para pedagang ini menawarkan berbagai jenis makanan khas tradisinal, buah-buahan lokal, kue hingga jamu-jamuan.
"Menu sarapan yang hits disukai banyak pengunjung disini yakni nasi jagung ikan asin, nasi pecel kembang turi. Untuk buah lokal juga menjadi buruan warga yang datang adalah manggis yang menjadi ikonnya disini," jelasnya.
Tersedia juga buah lainnya seperti rambutan, pepaya, durian, langsat, mangga kasturi, buah ketapi dari kebun lokal. Kue-kue tradisional yang juga banyak dicari orang tersedia di sini. Seperti barongko, cenil, getuk, pais singkong, lapis pandan, cendol beras, songkolo, hingga kue talas.
Jamu tradisional juga ada dan minuman hangat maupun dingin. Pengunjung pasar tumpah di Taman Pringgondani ini berada dilahan seluas dua hektare. Di sini juga diisi 66 jenis pohon kalimantan di antaranya, meranti, ulin, kamper, kapur dan gaharu.
Sabtu, Minggu dan tanggal merah sampai pukul 14.00 siang buka. Pengunjung juga ditemani lantunan musik gamelan. "Keindahan alam yang disajikan diharapkan dapat menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Adanya pasar ini juga turut memberikan dampak positif bagi perekonomian wilayah ini dengan melibatkan masyarakat setempat," ucap Surata.
Mariana, manejer Pasar Tumpah Taman Pringgodani mengatakan, pihaknya memiliki karyawan 20 orang. Mereka bekerja mulai dari pengelolaan parkir, guide, cleaning service, hingga kasir.
Sedangkan pedagangnya berjumlah 70 orang. Mayoritas UMKM Balikpapan Timur. Tidak dipungut biaya sewa lapak alias gratis, namun ada retribusi kebersihan. "Makanan di sini relatif murah karena kami tidak kenakan biaya sewa lapak. Kami juga mengontrol dari higienis makanan yang disajikan, penjual harus pakai sarung tangan dan tidak boleh menjual makanan kemasan pabrikan karena di sini produk asli makanan para UMKM. Busana yang seragam dengan konsep tradisional juga tetap dijaga kelestariannya. Garansi makanan bila rusak bisa ditukar gratis, fresh dan quality control," ungkap Mariana.
Ke depan pihaknya akan menambah pondokan untuk mengakomodasi 20 pelaku UMKM yang ada di daftar tunggu. Selain itu, tempat parkir juga akan diperluas dan tempat duduk pengunjung serta gazebo untuk memberikan kenyamanan pengunjung. Kolam renang berkonsep ala air terjun buatan juga masuk radar pengelola untuk dikembangkan. Flying fox bila berminat membuka di sini juga dipersilakan.
"Pasar tumpah ini diharapkan bisa makin berkembang lebih baik dan pengunjung semakin ramai. Juga menyuguhkan perubahan penambahan fasilitas disetiap pekan. Sebulan sekali pasar kramat berkonsep nusantara akan dibuat," pungkasnya. (pms/kri)
SUPRIYONO LUPUS
@queenzalikalila0917
Editor : izak-Indra Zakaria