BALIKPAPAN- Puluhan sopir bersama truknya menutup akses masuk ke dalam stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Letjen Suprapto, Balikpapan Barat akhir pekan lalu. Hal itu mereka lakukan lantaran tidak bisa melakukan pengisian bahan bakar solar.
Tak kurang 20 truk melakukan penutupan di pintu masuk SPBU. Para sopir truk memarkirkan kendaraannya di pintu masuk dari sisi utara maupun sebaliknya sehingga hanya menyisakan celah sempit antar-truk yang bisa dilalui pejalan kaki.
Para sopir truk juga terlihat berkerumun di kantor pengelola SPBU Kebun Sayur, menuntut kejelasan stok solar bagi angkutan truk di SPBU tersebut. Sejumlah personel kepolisian tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan guna mengantisipasi terjadinya hal-hal tak diinginkan.
“Kami tidak ada niatan untuk menutup pintu masuk ke SPBU, hanya ingin melakukan pengisian bahan bakar solar. Namun setelah antre sejak sore, antrean truk yang telah memanjang tak kunjung berjalan,” sesal Udin.
Menurutnya, petugas SPBU tidak memberi informasi soal pengiriman solar. “Sopir mulai teriak-teriak karena capek, jenuh, sudah lama mengantre,” tuturnya. Sopir yang telah mengantre sejak sore hari itu, mengira stok solar di SPBU Kebun Sayur masih tersedia karena sudah sering melakukan pengisian di SPBU tersebut dengan jam yang sama.
Sementara, Kapolsek Balikpapan Barat Kompol Teguh Sanyoto mengatakan, mereka langsung melakukan mediasi antara para sopir truk dengan pihak SPBU. Pihak SPBU telah berkoordinasi dengan Pertamina dan menyampaikan keluhan para sopir truk.
“Hasil mediasi, pengisian solar dialihkan ke SPBU Km 13. Nanti akan dibicarakan lagi oleh pihak SPBU dengan Pertamina,” jelas Teguh. Setelah mendapatkan penjelasan, para sopir kemudian berangsur-angsur meninggalkan lokasi. (ms/k15)
IBRAHIM SAINUDDIN
baimkaltimpost.bpn@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria