BONTANG – Pemprov Kaltim tampak serius mengatasi permasalahan krisis air bersih di Kota Taman. Pada tahun ini langkah bendung sungai akan dimulai. Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Bontang Amiruddin Syam mengatakan berdasarkan data di sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP) dana yang digelontorkan mencapai Rp 15 miliar.
“Benar itu untuk bendung sungai. Tetapi untuk detailnya kami akan tanyakan ke pemprov,” kata Amiruddin.
Menurutnya upaya ini merupakan pertama kali di Bontang. Sebab selama ini suplai air bersih masih memanfaatkan dari sumber bawah tanah. Bahkan terkait pembebasan lahan dan pembangunan water treatment plant (WTP) juga menjadi ranah pemprov. Nantinya pemkot hanya penyaluran dan jaringan.
“Tahun ini dibangun. Diharapkan semua rampung di 2025. Pertama pasti bangun bendung dulu, baru WTP,” ucapnya.
Dikarenakan krisis air ingin menjadi permasalahan yang harus segera ditangani. Pemprov gerak cepat untuk penyelesaian perihal ini. Nantinya lokasinya berada di area Gunung Telihan. Titiknya sebelum Waduk Kanaan atau dekat dengan area rencana pembangunan Polder Telihan.
Jadi bantaran sungai akan dibendung kanan-kiri. Skema bendung sungai ini ialah elevasi dasar sungai di titik yang disepakati bakal dinaikkan. Tampungan air itu kemudian disedot untuk diolah masuk ke WTP. Selanjutnya hasil pengolahan akan disambungkan dengan jaringan di Tugu Selamat Datang maupun intake di depan RSUD Taman Husada.
Kapasitas WTP ialah 50 sampai 100 liter per detik. Kajian ini sudah dilakukan beberapa waktu sebelumnya. Langkah ini masuk dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kaltim hingga 2026.
Dijelaskan dia, langkah ini diambil untuk menunggu pembangunan infrastruktur jaringan baik itu Bendungan Marangkayu, void Indominco, hingga Waduk Suka Rahmat memerlukan waktu lama.
Sementara, kondisi air baku di Bontang saat ini terbilang krisis. Minus 180 hingga 200 liter per detik. Sampai saat ini Perumda Tirta Taman masih aktif memproduksi air ke puluhan ribu pelanggan. Dalam sebulan pihaknya mampu memproduksi 900 hingga 1.000 meter kubik air. Pun, setiap hari pihaknya mendistribusikan 20 ribu liter air ke 30.000 pelanggan se-Kota Bontang.
Dari segi layanan, Perumda Tirta Taman Bontang membagi empat wilayah WTP. Wilayah Bontang kota memiliki 25.000 pelanggan, Bontang Lestari sebanyak 1.300 pelanggan, Guntung 1.400 pelanggan dan WTP Loktuan memiliki 4.400 pelanggan. (ak/far)
Editor : izak-Indra Zakaria