Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kondisi Rusunawa I di Samarinda Kurang Layak, Wacanakan Kaji Ulang Kerja Sama Pengelolaan dengan Perumnas

Indra Zakaria • 2024-01-31 09:00:00
KURANG LAYAK: Idfi Septiani (depan kiri) bersama tim OPD teknis dan manajemen Perumda Varia Niaga memeriksa Rusunawa I di Jalan Teuku Umar, Kompleks Pergudangan, Senin (29/1).
KURANG LAYAK: Idfi Septiani (depan kiri) bersama tim OPD teknis dan manajemen Perumda Varia Niaga memeriksa Rusunawa I di Jalan Teuku Umar, Kompleks Pergudangan, Senin (29/1).

SAMARINDA–Pemkot Samarinda mengkaji kemungkinan penghentian kerja sama dengan PT Perumnas terkait pengelolaan Rusunawa I di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang.

Hal itu dilakukan karena kondisi rusunawa tersebut dinilai memprihatinkan, minim perawatan, dan kumuh.

Kabag Kerjasama Pemkot Samarinda Idfi Septiani mengatakan, pihaknya tengah mengkaji kerja sama perumnas dengan pemkot, yang ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan, Senin (29/1). Dari hasil pemeriksaan, bangunan rusunawa tersebut catnya mulai pudar, beberapa sisinya kumuh. "Kondisi di sana kamar hampir semua penuh, tersisa tiga kamar masih perbaikan. Hasil itu akan dilaporkan ke pimpinan sebagai dasar pengambilan keputusan," ucapnya.

Dia memerinci, pemerintah berencana mempercepat penyelesaian kerja sama dengan perumnas yang tercatat berakhir di 2030. Hal itu lantaran Perumda Varia Niaga yang merupakan anak usaha pemkot, memiliki banyak ide pengembangan untuk Rusunawa I. Namun, ide-ide tersebut belum bisa direalisasikan karena terkendala kerja sama tersebut. "Kami menghargai kerja sama. Dalam waktu dekat bersama dirut Varia Niaga akan bertemu perumnas. Kalau kerja sama bisa diselesaikan lebih awal, ide pengembangan bisa direalisasikan," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Varia Niaga Syamsudin Hamade mengatakan, dari empat rusun milik pemerintah di Samarinda yang dikelola pihaknya, hanya Rusunawa I yang masih bekerja sama dengan perumnas, selebihnya dikelola mandiri. Di Rusunawa I, 96 kamar tersedia, di antaranya 93 terisi dan tiga kamar masih renovasi. "Sebatas perbaikan di bagian dalam. Saat dua tahun lalu bahkan 26 kamar kondisinya memprihatinkan, sehingga pelan-pelan diperbaiki," ucapnya.

Dalam renovasi tersebut, di tengah keterbatasan pendapatan, pihaknya fokus nilai manfaat untuk masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar mendapat hunian layak dengan harga terjangkau. Biaya sewa Rusunawa I saat ini berkisar Rp 300-500 ribu per bulan. Semakin tinggi lantai, semakin murah. "Bahwa bangunan harus dikelola dengan profesional," bebernya.

Saat ini pengembangan Rusunawa I akan menyesuaikan pola bisnis pihaknya, yakni penetrasi pangan dan retail. Dengan harapan, warga MBR yang tinggal di rusunawa bisa mudah mengakses barang-barang inflasi yang tersedia di Bebaya Mart. "Misalnya gas dengan harga Rp 18 ribu, bantuan sayuran hingga lainnya," jelasnya.

Ketika nanti aset Rusunawa I sudah sepenuhnya menjadi milik Pemkot Samarinda, beberapa inovasi dilakukan. Misalnya, revitalisasi bangunan. Dengan meningkatkan sarana, selanjutnya menyasar kenyamanan penghuni, seperti melengkapi fasilitas umum seperti tempat bermain anak hingga musala yang perlahan dibangun. "Karena masih terikat kontrak dengan perumnas, itu harus klir dulu. Mudah-mudahan prosesnya bisa cepat," pungkasnya. (dra/k16)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Indra Zakaria
#rusunawa samarinda #samarinda