TEMUAN Granat tangan atau granat nanas yang diduga masih aktif di perkebunan warga di Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran, pada Kamis (1/2) lalu, segera dimusnahkan Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Kaltim.
Kanit Subden Komposit Gegana Sat Brimob Polda Kaltim AKP Ronli Ginting mengatakan, granat tersebut diduga bom militer bekas peninggalan Perang Dunia (PD) II. Spesifikasi granat nanas dengan panjang 9 sentimeter, dan lebar 7 sentimeter. "Statusnya masih aktif dengan radius ledakan 12 meter. Bom itu akan segera didisposal (dimusnahkan) Unit Jibom kami," ungkapnya, Senin (5/2).
Sebelumnya, warga di Jalan Al Hasani, RT 05, Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran, sempat digegerkan dengan temuan granat tersebut di salah satu area perkebunan milik Samlan. Saat itu dia mengira benda tersebut hanya serpihan besi alat berat. Dia lantas memindahkan ke samping rumahnya, tepat di bawah pohon pisang. Setelahnya dia melaporkan ke Mustamat, ketua RT setempat.
“Sama Pak RT juga akhirnya melapor ke bhabinkamtibmas dan babinsa. Barulah ada tim Beat Polresta Samarinda, Polsek Palaran, dan tim penjinak bom dari Detasemen B Sat Brimob Polda Kaltim,” ujar Samlan.
Setelah pemeriksaan awal, bhabinkamtibmas dan babinsa Kelurahan Bantuas meyakini benda tersebut merupakan bom genggam sehingga berkoordinasi dengan Gegana Batalyion B Samarinda. Hal itu dipastikan dari pengait bom tersebut masih menempel.
Mustamat mengatakan, beberapa kali warga setempat menemukan benda serupa. “Area perkebunan warga di sini kan dulu bekas markas persembunyian dan perkebunan tentara Jepang. Jadi ya beberapa kali ada temuan,” tegasnya. (dra)
Editor : Indra Zakaria