Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jalan Rusak di Kubar Makin Parah, Pemerintah Dinilai Kurang Tegas

Lukman Hakim • 2024-02-12 13:20:00

MAKIN PARAH: Kondisi Jalan Hasanudin di Kelurahan Simpang Raya, Barong Tongkok, semakin parah. Lukman Hakim/KP
MAKIN PARAH: Kondisi Jalan Hasanudin di Kelurahan Simpang Raya, Barong Tongkok, semakin parah. Lukman Hakim/KP
 

 Kerusakan jalan di Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kubar, menuai kritik warga. Tidak ada ketegasan pemerintah untuk menertibkan kendaraan besar di jalan umum dipandang sebagai pemicu kerusakan jalan di kawasan ini.

 

SENDAWAR - Pantauan Kaltim Post di Jalan Hasanudin, Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, ada dua titik kerusakan jalan yang terlihat sangat parah. Kubangan jalan berada pada sisi kiri dan kanan jalan, hingga hampir tak ada celah jalan mulus.

Padahal, diketahui sebelumnya perbaikan jalan sudah dilakukan. Sempat ada pengaspalan jalanan rusak oleh pemerintah tapi tak bertahan lama, hingga sekarang kembali rusak.

Yudistyo, warga Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok menganggap bahwa pemerintah saat ini dibuat tak berdaya oleh kepentingan. “Bayangkan Mas, masak dari dulu endak berani ambil tindakan tegas untuk menertibkan kendaraan besar ini. Mereka hari-hari lewat sini dan merusak jalan,” terang Yudi kepada media ini.

Ia juga menyebut, selain merusak estetika kota, pemandangan jalan rusak ini dianggap memperburuk catatan kinerja pemerintahan saat ini. Jangankan pemerintah, anggota dewan pun tak ada yang bersuara soal masalah ini.

Pemkab Kubar diketahui pada 2024 ini telah mengalokasikan kucuran anggaran Rp 203 miliar untuk pembangunan jalan. Tercatat ada 22 paket pekerjaan yang tersedia di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kubar.

Sebelumnya terkait jalan rusak, Kepala Dinas PUPR Kubar Leonard Yudiarto menyampaikan komitmen Pemkab Kubar dalam mengentaskan persoalan infrastruktur di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Pihaknya optimistis pembangunan jalan tahun ini, yang telah menjadi sub prioritas program pembangunan pemerintahan terakhir era Bupati FX Yapan dan Edyanto Arkan.

“Dari 22 paket itu, tiga paket di antaranya progres pembangunan sambungan air. Sisanya 19 paket untuk bangun jalan,” ucap Leonard, saat ditemui media ini.

Dia menjelaskan, dari semua paket tersebut terbagi menjadi beberapa bagian, yakni pembangunan jalan baru, perbaikan, dan pembangunan jembatan. (*/luk/kri/k16)

Editor : Indra Zakaria
#Kutai Barat #jalan rusak