Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tak Ditemukan Lagi Kasus Frambusia di Kutai Timur

M Khaidir • Jumat, 8 Maret 2024 - 16:29 WIB

ZERO: Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman (kiri) menunjukkan sertifikat bebas frambusia yang diterima dari Kementerian Kesehatan.
ZERO: Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman (kiri) menunjukkan sertifikat bebas frambusia yang diterima dari Kementerian Kesehatan.
 

 

 

SANGATTA - Kutai Timur menerima penghargaan sertifikat bebas penyakit frambusia dari Kementerian Kesehatan. Kutim dinilai mampu menekan jumlah penderita frambusia, sehingga tidak lagi menjadi masalah kesehatan.

Frambusia merupakan infeksi kulit yang disebabkan bakteri Treponema pallidum pertenue. Infeksi ini biasanya terjadi di negara tropis yang memiliki sanitasi buruk, seperti Afrika, Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Oceania.

Bupati Kutim Ardiansyah mengatakan, sertifikat tersebut menjadi bukti pemkab berkomitmen dan serius memerangi frambusia. “Di Kutim aman (frambusia). Di rumah sakit hampir tidak kami temui penyakit korengan bahkan gatal ini. Jadi ini sesuatu yang luar biasa. Saya apresiasi kinerja Diskes,” singkatnya.

Sementara, Kepala Diskes Kutim dr Bahrani Hasanal menegaskan, frambusia termasuk penyakit yang terabaikan. “Awalnya hanya koreng, tapi kalau dibiarkan bisa menyebabkan kecacatan. Bahkan kelumpuhan hingga penyakit lainnya, sehingga penyakit ini menjadi penting untuk kita pastikan memang tidak ada,” terangnya.

Pihaknya terus menjalankan program untuk menekan angka penyakit frambusia, sampai benar-benar hilang. Ia juga menambahkan, jika ada pasien di rumah sakit yang berpenyakit koreng, perlu dipastikan dulu apakah itu termasuk frambusia.

“Kami tetap melakukan evaluasi. Kalau ada satu kasus, kita mengulangi tahapan 3 tahun lagi. Setelah tiga tahapan kita lalui dan kita dinyatakan bebas penyakit frambusia,” tegasnya.

Bahrani menegaskan, cara untuk menghindari penyakit frambusia yakni dengan PHBS. Sebab dengan lingkungan sehat, warga Kutim bisa mengantisipasi terjangkitnya frambusia. Untuk diingat kembali, frambusia merupakan penyakit menular. Penyakit ini umumnya menyerang kulit bahkan tulang. (prokutim/edw/ind/k16)

Editor : Indra Zakaria
#kutim #Frambusia