Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ada Stok Beras 2.000 Ton untuk Kota Minyak, Warga Tak Perlu Panik

Dina Angelina • Minggu, 17 Maret 2024 - 20:00 WIB

 

STOK EMPAT BULAN: Bulog Kaltimtara menggelontorkan 2.000 ton beras untuk wilayah Balikpapan. Selain untuk menjaga stok pangan, langkah ini untuk menjaga harga beras di pasar tetap stabil.
STOK EMPAT BULAN: Bulog Kaltimtara menggelontorkan 2.000 ton beras untuk wilayah Balikpapan. Selain untuk menjaga stok pangan, langkah ini untuk menjaga harga beras di pasar tetap stabil.
 

 

Ramadan dan jelang Lebaran masyarakat tidak usah panic buying karena stok beras sangat cukup dan sangat aman untuk tiga hingga empat bulan ke depan.

 

BALIKPAPAN–Warga Kota Minyak tidak perlu panic buying khususnya untuk komoditas beras. Bulog Kaltimtara memastikan ketersediaan beras aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kaltimtara Mersi Windrayani mengatakan, kini tersedia stok 2.000 ton beras di gudang Bulog.

Stok ini siap disalurkan untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri. “Kebutuhan Balikpapan setiap bulannya kurang lebih 800 ton. Tapi khusus Ramadan ini sudah disiapkan 2.000 ton,” katanya. Dia menambahkan, jumlah stok ini sebenarnya dinamis. Pada saat mulai penyaluran tentu akan berkurang.

Namun, pihaknya kembali melakukan pengadaan untuk menjaga ketersediaan stok tersebut. “Saat ini memang pengadaan dalam negeri belum ada, namun kami masih ada dari Bulog wilayah lain untuk memasok beras ke sini,” ucapnya. Mersi memastikan, penyaluran beras medium SPHP tidak ada hambatan.

Pihaknya secara masif menggelontorkan ke pasar tradisional, ritel modern, dan rumah pangan. “Termasuk berpartisipasi gerakan pangan murah (GPM) dan operasi pasar bekerja sama dengan OPD terkait,” sebutnya. Harapannya masyarakat semakin mudah menjangkau beras SPHP.

Selain itu, Bulog bekerja sama dengan Satgas Pangan Polda Kaltim melakukan monitoring harga beras di pasar-pasar tradisional. “Kami memastikan beras SPHP ini sampai pada tepat sasaran,” imbuhnya. Mersi menambahkan, harga beras medium SPHP memiliki harga eceran tertinggi (HET) Rp 11.500.

Dia menegaskan, tidak boleh ada yang menjual dengan harga melebihi HET. Terkait penangkapan oknum penimbun beras SPHP, Bulog akan memastikan status oknum tersebut. “Kalau memang mereka mitra, kami akan bekukan. Saat ini kami serahkan pada aparat penegak hukum untuk kasus yang sedang berjalan,” tuturnya.

Mersi mengimbau, masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan. Melainkan bijak berbelanja sesuai kebutuhan. “Masyarakat menjelang Lebaran tidak usah panic buying karena stok beras sangat cukup dan sangat aman sekitar tiga atau empat bulan ke depan,” tandasnya. (ms/k8)

 

DINA ANGELINA

dinaangelina6@gmail.com

Editor : Indra Zakaria
#balikpapan #beras