Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Antisipasi Fenomena Equinox PTMB Lakukan Rekayasa Jaringan

Roshan Fauzi, Amd • 2024-03-24 20:00:00
MASIH DIBAWAH: Level air Waduk Manggar pada Kamis (21/3) di posisi masih 8,77 meter. IST
MASIH DIBAWAH: Level air Waduk Manggar pada Kamis (21/3) di posisi masih 8,77 meter. IST

 

Terjadinya fenomena Equinox yaitu posisi matahari yang lebih dekat ke bumi sejak 20 Maret lalu membawa kondisi cuaca panas meningkat di daerah Katulistiwa. Dan kondisi ini juga membuat curah hujan cenderung rendah.

Dengan kondisi ini, tentunya membuat curah hujan ke daerah Waduk Manggar dan Bendungan Teritip berkurang dan membuat level keduanya ikut terimbas penurunan. 

Menurut Dirut Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin, kondisi level Waduk Manggar pada Kamis (21/3) tercatat di posisi 8,77 meter.

Menurut Yudhi, saat ini kapasitas produksi air masih mengacu pada kemampuan produksi IPA berdasarkan rekomendasi Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV. Dia menuturkan, kapasitas produksi bisa bertambah apabila level ketinggian air setidaknya mencapai lebih dari 9 meter. “Tapi kalau tidak, kami masih harus menggunakan pola yang sekarang berjalan. Tiga hari produksi 100 persen, satu hari 50 persen,” ujarnya.

Yudhi mengakui pula bahwa fenomena Equinox membuat pihaknya juga melakukan antisipasi, karena ada kemungkinan curah hujan berkurang lagi, dan persediaan air di Waduk Manggar dan Bendungan Teritip tentunya akan berkurang.

Diakuinya selama Ramadan ada peningkatan konsumsi air terutama sejak subuh, masyarakat sudah mulai beraktivitas. Sebagai antisipasi, PTMB melakukan rekayasa distribusi. “Kami atur lagi alur penggunaan konsumsi air dengan melihat mulai peningkatan konsumsi jam berapa, mana saja lokasinya, kami buat rekayasa,” ucapnya.

Misalnya, produksi air lancar selama waktu tertentu saat masyarakat beraktivitas. Sebaliknya, produksi air akan menurun lagi saat tak ada banyak aktivitas. Apabila semua orang memakai air, pasti ada rumah yang tidak dapat teraliri karena lokasi rumah jauh dari pipa atau rumah berada di ketinggian.

Saat ini pihak PTMB lagi melakukan rekayasa jaringan, dengan cara mengidentifikasi wilayah mana yang berdampak pemadaman jika area lain kita buka. "Jadi sistemnya pengaliran bergilir," ucap Yudhi.

Selain itu bagi pelanggan yang tidak bisa teraliri lancar, PTMB menambah jumlah unit layanan mobil tangki. Dia mengaku, penambahan unit mencapai 50 persen dari jumlah mobil tangki existing.

“Sedangkan pada daerah yang masih sulit ditembus mobil tangki, kami berencana menyewa pikap dan membawa tandon,” imbuhnya. Sehingga, distribusi air tetap lancar sampai ke seluruh pelanggan. Yudhi menjelaskan, PTMB tidak bisa menambah kapasitas produksi jika level air belum naik signifikan.

Namun, masalahnya kini intensitas hujan rendah. BMKG mengatakan, musim hujan hanya sampai Maret di Kota Beriman. 

"Jadi, kita harus menahan penggunaan air. Salah satu caranya dengan melakukan rekayasa valve. Ini masih kami atur bagaimana polanya. Jika sudah siap akan diumumkan,” tandasnya. (han)

 

 
 
 
Editor : Indra Zakaria