Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Terjebak ketika Api Mengamuk Hebat, Sudah Tiga Nyawa Melayang akibat Kebakaran di Samarinda

Indra Zakaria • 2024-04-09 18:45:00

TINGGAL PUING: Tiga bangunan di Jalan Kemuning, Kecamatan Sungai Kunjang, hangus dilahap si jago merah. Peristiwa tersebut juga menewaskan satu orang.
TINGGAL PUING: Tiga bangunan di Jalan Kemuning, Kecamatan Sungai Kunjang, hangus dilahap si jago merah. Peristiwa tersebut juga menewaskan satu orang.

 

Puing-puing bangunan meninggalkan kenangan. Terbakar hebat, tapi tak banyak yang bisa diperbuat. Dikepung si jago merah, akhirnya nyawa pasrah. Sebab, upaya penyelamatan tak semudah membalikkan telapak tangan.

 

LANTUNAN azan itu tak berhenti saat api terus menjadi-jadi. Padahal, jam masih menunjukkan pukul 03.35 Wita. Belum waktunya masuk subuh. Bahkan, di pengujung Ramadan, masyarakat muslim masih semangat menyantap sahur. Namun, musibah tak kenal waktu, tempat, dan siapa. Di Jalan Kemuning, RT 09, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, api mengepung bangunan. 

“Bang, luncurkan unit (pemadam). Api membesar, bang,” ucap seorang warga, memberikan kabar terjadinya kebakaran. Di handie talkie (HT), suara informasi itu direspons para relawan. Di jalan, truk pemadam melaju cepat. Mulai Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Samarinda hingga relawan dari beberapa satuan. 

       Warga sekitar panik. Tiang listrik dipukuli berulang kali. Bak jadi penanda warga harus keluar rumah. Di tengah santap sahur, api mengamuk hebat. Ada yang menyudahi sahur lebih cepat, ada pula yang terpaksa meninggalkan makanan yang sudah disiapkan. Tak banyak yang bisa diperbuat. Sebagian yang tinggal di sekitar lokasi kejadian ada yang berusaha mengeluarkan barang-barang berharga. Hal itu sebagai antisipasi jika api tak bisa dikendalikan.

Kawasan tersebut memang dikenal padat. Bangunannya berimpitan. Nyaris tak ada celah antara bangunan satu dengan yang lain. 

Agus Budianto, ketua RT setempat menerangkan, kejadian kemarin subuh merupakan hal yang tak pernah dia duga. Baru bangun untuk menyantap sahur, namun teriakan warga diiringi suara pukulan listrik berulang-ulang, membuatnya langsung keluar rumah. Ternyata api sudah menyala. “Asap dari bagian belakang rumah toko (ruko) penjual sandal, kemudian api besar. Langsung aja saya minta warga lain cari pertolongan ke relawan dan pemadam sekitar,” sebutnya. Dia bergegas menyelamatkan harta benda yang bisa dibawa. 

Dari dua arah Jalan Kemuning, Disdamkar dan relawan berupaya menyekat agar api tak menjalar ke bangunan lain. Semprotan air berkekuatan tinggi diarahkan ke kobaran api. Api yang menyala besar cukup membuat petugas kewalahan. Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan suplai air. 

Terbit fajar sekitar pukul 05.30 Wita, api berhasil dikuasai. Tiga bangunan dilahap si jago merah. Di tengah proses pendinginan, petugas mendapati laporan adanya penghuni yang sedari awal tak terlihat di lokasi. Warga sekitar menduga, pria yang diketahui bernama Alex (35) terjebak dalam ruko yang ludes tersebut. Korban merupakan karyawan ruko yang berjualan sandal. “Informasi warga bahwa api pertama itu dari ruko yang menjual sandal itu. Dan kami dengar ada yang terjebak di dalamnya,” ujar Kadisdamkar Samarinda Hendra AH.

 Kecurigaan petugas lantaran folding gate dari ruko tersebut belum terbuka. “Begitu dicek ternyata benar, ada korban dengan kondisi meninggal dunia. Kemungkinan karena istirahat di samping kipas angin,” sambung Hendra. Jasad Alex langsung dievakuasi, dibawa ke ruang mortuary RSUD AW Sjahranie. 

Namun, Dinas Pemadam Kebakaran tak mengetahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Lantaran informasi yang diperoleh masih belum akurat. “Kalau informasi dari warga itu dari bagian belakang ruko tersebut (jualan sandal). Nanti rekan-rekan dari kepolisian yang berhak melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya. 

Tewasnya Alex yang terjebak dalam kebakaran kemarin, menambah daftar korban selama Ramadan tahun ini. Berdasarkan catatan harian ini, tiga peristiwa yang menyebabkan korban jiwa pertama kali terjadi di Jalan HM Ardans, Kecamatan Samarinda Utara, dan menghanguskan tiga bangunan ruko pada Sabtu (16/3) lalu. Kemudian amukan api di kawasan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, Selasa (2/4) lalu. Tirta yang mengalami sakit dan tak bisa berjalan, terjebak dalam rumahnya yang terbakar di kawasan perbukitan. Dan paling baru adalah musibah yang menimpa Alex di ruko kawasan Kemuning.

 

Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli menerangkan, pihaknya tengah meminta sejumlah keterangan terkait kebakaran di Jalan Kemuning. “Anggota Polsek Sungai Kunjang sudah lakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), dan sedang mengumpulkan informasi yang pasti,” ujar perwira berpangkat melati tiga tersebut. Pihaknya juga tengah memasang garis polisi di TKP guna mencari tahu penyebab kebakaran tersebut. (epo/dra2/k16)

Editor : Indra Zakaria