“Tapi seharusnya tidak lama, insha Allah paling lambat Mei sudah berjalan,” terangnya. Bahkan dirinya juga memastikan untuk pembangunan SMP 5 akan distandarkan dengan sekolah-sekolah model. Tak heran anggaran yang dibutuhkan juga cukup besar mencaoai Rp 11 miliar.
“Karena itu sudah termasuk pembangunan ruang-ruang kelas yang terbakar, termasuk meubeler,” sebut Asli. Sebelumnya dikatakan Asli, selanjutnya untuk aktivitas belajar mengajar tentunya sudah dipertimbangkan bersama pihak sekolah.
Asli memastikan kegiatan tersebut tetap harus berjalan dengan kondisi keterbatasan ruangan yang ada saat ini. Sehingga dalam selang waktu dua hari ini pihak sekolah diberi waktu untuk melakukan persiapan.
Untuk alternatif pertama, ia mengusulkan agar kegiatan belajar mengajar disusun dengan sistem double shift atau bergantian. Alternatif kedua, sebagian siswa diarahkan untuk belajar di ruang kelas yang ada di SMP 4, lantaran kedua sekolah itu saling berdekatan.
“Karena pihak sekolah mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengganggu aktivitas sekolah lainnya juga, karena siswa sebentar lagi mau ujian akhir,” pungkasnya. (hun/nha)