\Namun, Safardi mengeluhkan minimnya fasilitas di Mal SGS, salah satunya lahan parkiran yang terbatas. Belum lagi eskalator yang belum berfungsi maksimal serta fasilitas AC yang masih diberi secara bergiliran.
“ACnya juga kadang mati, jadi panas. Karena harus berganti-gantim” terangnya. Keluhan serupa disampaikan oleh Raisa, pedagang konveksi lainnya. Kios yang ia miliki sering terkena rembesan air dari atap yang bocor. "Jadi barang-barang saya sering kebasahan, terutama saat hujan,” ungkapnya.
Keluhan berbeda diungkapkan oleh pedagang aksesoris, Windy. Ia mengakui selama dipindahkan ke Mal SGS, penjualannya memang sedikit menurun. Sebab eskaltor di SGS masih ada yang rusak dan tidak mendukung kenyamana pengunjung.
“Makanya pembeli mungkin jadi malas naik ke atas karena panas dan eskalatornya mati," terangnya. Menghadapi keluhan pedagang, Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Marnabas, mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi dan melihat langsung kondisi di lapangan.
Sebab ia sendiri mengakui fasilitas SGS saat ini memang belum semua diperbaiki. Ia pun meminta waktu untuk menuntaskan perbaikan fasilitas Mal SGS secepatnya. “Saat ini masih ada beberapa tahap pembangunan yang belum selesai, tapi segera akan kami perbaiki,” pungkasnya. (hun/beb)