Pipa gas rumah tangga yang ditimbun dalam tanah warga di Perumahan Pondok Karya Lestari (PKL), Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, bocor sekitar pukul 22.00 Wita, Sabtu (4/5). Kebocoran tersebut sempat memunculkan api yang membuat warga sekitar panik.
Ketua RT 16 Jhony Rumapea mengatakan, insiden tersebut dipastikan tidak masuk unsur kesengajaan. Kobaran api diduga kuat imbas puntung rokok yang mungkin dibuang oknum, dan saat itu kebocoran gas belum diketahui. “Sekitar 1 meter tinggi api menyala. Yang bocor pipa kecilnya, bukan pipa inti atau yang besar. Saat itu kami langsung melapor ke petugas perbaikan,” ucapnya.
Imbas kebocoran pipa gas tersebut, seluruh warga yang bermukim di perumahan PKL malam itu, penyaluran gas dihentikan sementara. “Di sini (RT 16) sudah dua kali ada kebocoran gas. Memang kalau terjadi seperti itu kami langsung ambil tindakan, sembari menunggu petugas mematikan aliran gasnya,” sambungnya.
Maintenance Pipa Korwil Kecamatan Sambutan Iyan Guritno menjelaskan, pipa tanam tersebut berukuran 20, bukan pipa induk. Jadi risiko kejadian itu tarafnya tidak tinggi. Langkah awal untuk mencegah agar tidak terjadi kebocoran yang berkepanjangan, pipa tersebut diikat karet. “Setelah itu besok (hari ini) baru kami kerjakan, kalau malam ini belum ada materialnya,” jelasnya
Pipa tersebut tidak diganti. Sebab, kategori bocor masih tergolong kecil. Sebagai informasi, pipa gas yang tertanam memiliki dua jenis. Pertama pipa induk yang berukuran 63 sedangkan yang kuning memiliki ukuran 20. “Jika kebocoran terjadi di pipa induk dapat memakan waktu cukup lama bila diperbaiki, tapi kalau yang 20 sebentar saja, dan tidak membahayakan jika sudah dimatikan di titik pengunci keluar-masuk gas,” pungkasnya. (dra/k16)
EKO PRALISTIO
Editor : Indra Zakaria