Prokal.co - TENGGARONG – Penanganan kemiskinan ekstrim dan stunting terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) selama beberapa tahun terakhir ini.
Berbagai program telah disiapkan Pemkab Kukar yang menjadi kerja lintas sektoral Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Komitmen ini lah yang membuat angka kemiskinan Kukar yang sebelumnya sekitar 11 ribu persen menurun menjadi 0 persen. Serta penanganan stunting yang menurun ampuh di tahun 2023 sebesar 17,6 persen.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono, Senin (20/5). Ia mengatakan data kemiskinan sendiri didasari Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapennas) dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Sunggono menyebut Pemkab Kukar juga setiap saatnya terus berupaya Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) di masyarakat. Karena menjadi salah satu indikator utama yang membuat kemiskinan ekstrim terjadi di Kukar.
“Jadi diantaranya mereka itu miskin karena konsumsi hariannya yang rendah. Jadi yang kita lakukan bagaimana meningkatkan pendapatan,” tutur Sunggono.
Lanjut Sunggono, pemerintah pusat telah memberi target agar tahun 2024 ini kemiskinan ekstrim telah mencapai 0 persen. Dan berkat kerja dan komitmen bersama, di tahun 2023 Kukar bisa mencapainya.
Adapun untuk kemiskinan yang lain berdasarkan DTKS masih menurun 0,03 persen. Sedangkan untuk stunting, Kukar memiliki angka sebesar 27,4 persen sebelum tahun 2023. Dan pada tahun 2023, Kukar mencapai penurunan tertinggi di Kaltim, yakni sebesar 17,6 persen.
“Ini capaian yang perlu kita syukuri. Pak Bupati (Edi Damansyah) selalu mengingatkan kami, supaya tetap dikawal. Jangan sampai data ini tidak sesuai dengan keadaan dilapangan,” tegas Sunggono. (adv/moe)
Editor : Indra Zakaria