Jokowi menambahkan, ke depan kota-kota di Indonesia sebaiknya bisa menjadi kota yang nyaman dihuni, sehingga orang yang berkenjung ke kota tersebut senang dan dapat kembali berkunjung.
Tak hanya itu, Jokowi juga mengingatkan kemacetan yang akan dialami seluruh kota-kota yang ada di Indonesia ke depannya. Oleh karena itu Jokowi meminta kepala daerah menyiapkan rencana kota seperti transportasi masal, transportasi umum harus disiapkan mulai sekarang.
“Kalau bayangan kita mengurai kemacetan harus membangun Subway, LRT dan MRT, tentu biayanya sangat mahal. Mengingat APBD Kabupaten/Kota yang ada pasti tidak akan sanggup membangun itu,” ungkapnya.
“Bayangkan untuk pembangunan MRT pertama kali di Jakarta, biayanya Per Kilometer mencapai 1,1 Triliun. Sekarang sudah mencapai 2,3 Triliun Per Kilometer,” sambungnya.
“Tolong tunjuk jari kota mana yang APBD-nya siap membangun MRT, saya beri sepeda,” tanya Jokowi bergurau. Sebab itu, lanjut Jokowi ada transportasi masal terbaru bernama Autonomus Rail Rapid Transit (ART) yang tidak menggunakan rel, melainkan menggunakan magnet.
“Bisa satu gerbong atau dua gerbong. Dan ini jauh lebih murah,” terangnya. “Kalau ada kota yang APBD-nya memiliki kemampuan, pembiayaannya bisa dibagi dua dengan menggunakan 50 persen APBN,” lanjutnya.
Jokowi mengungkapkan, apabila tidak segera dibangun transportasi masal di seluruh kota yang ada di Indonesia, dalam kurun waktu 10 sampai 20 tahun ke depan semua kota di Indonesia akan macet.
“Kalau tidak percaya kita lihat ke depan, kalau kota tidak mempersiapkan segera transportasi masalnya akan mengalami kemacetan,” tutup Jokowi. (jid)