“Misalnya soal jaringan lemot dan ketidaksabaran masyarakat. Jadi harus berulang klik kalau belum bisa,” katanya. Disdikbud Balikpapan menampung semua masukan yang disampaikan masyarakat.
Pihaknya melakukan rapat evaluasi dan koordinasi setiap hari untuk memperbaiki kekurangan. “Ada keluhan seperti soal NISN, ada yang memilki 10 dan 11 digit. Ada yang perlu pakai tanda petik dulu baru bisa,” tuturnya.
Sehingga pihaknya langsung melakukan perbaikan atas masalah tersebut. Disdiskbud Balikpapan melakukan konsolidasi dengan sekolah terkait NISN. “Ketika masuk ke sistem tidak ada NISN, maka tidak bisa. Tapi ini tidak begitu banyak,” ucapnya.
Bagi masyarakat yang ingin bertanya tentang PPDB, Disdikbud terus membuka desk layanan. “Karena masih ada yang kurang paham tentang tahapan atau syarat. Selama PPDB, kami buka desk layanan untuk bantu masyarakat yang ingin bertanya,” imbuhnya. (gel)