Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Belasan Tahun Jalan Perjuangan 9 Dibiarkan Rusak, Khawatirkan Pelajar yang Melintas

Redaksi Sapos • Rabu, 17 Juli 2024 - 23:30 WIB
RUSAK. Anak sekolah menghindari jalan rusak yang becek di Jalan Perjuangan 9, Blok D, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda utara .
RUSAK. Anak sekolah menghindari jalan rusak yang becek di Jalan Perjuangan 9, Blok D, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda utara .

 

Kondisi Jalan Perjuangan 9, Blok D, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, memprihatinkan. Jalan masuk menuju permukiman rusak dan becek sepanjang 100 meter. Hal ini membahayakan pengendara motor dan pejalan kaki yang melintas.

Kondisi ini masih diperparah dengan minimnya lampu jalan. Jika malam jalan sangat gelap. Satu-satunya sumber cahaya saat dari rumah warga, namun minim. Warga sekitar menyebut, kondisi rusaknya jalan sudah berlangsung belasan tahun dan hingga kini belum ada perbaikan. Warga sekitar pantas untuk mengeluh karena beberapa jalan lainnya justru sudah dicor dan mulus.

“Saya sudah 18 tahun tinggal di sini. Dari dulu jalannya ya begini. Rusak dan becek. Belum ada perbaikan," keluh Abdullah (45) warga, Senin (15/7). Abdullah menambahkan, jalan rusak tersebut merupakan akses menuju permukiman. Terdapat 25 rumah yang dihuni 25 lebih jiwa dari 110 keluarga. Warga menggunakan jalan tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Tak ayal para warga yang setiap hari beraktivitas baik pejalan kaki maupun mengendarai motor harus sangat berhati hati. Terlebih saat hujan turun. Sudah banyak warga yang celaka akibat jalannya licin.

“Warga sangat mengharapkan perbaikan. Karena jalannya rusak, sudah banyak warga yang celaka. Tiga hari lalu seorang ibu pengendara motor terjatuh. Mau berapa orang lagi yang terjatuh, hingga jalan ini diperbaiki,” ucap Abdullah. 

Arbainah Saidi (45) menambahkan, selain jalan yang rusak, banjir juga kerap merendam jalan tersebut. Upaya meminta perbaikan jalan sudah dilakukan di tahun 2022. Namun hingga kini tak urung terealisasi.

“Saya kasihan dengan anak sekolah dan dan para ibu yang mengantar anaknya ke sekolah. Mudahan ada solusi,” pungkas Arbainah. (kis/nha)

 

 
Editor : Indra Zakaria
#jalan