Akmal Malik menyatakan bahwa Pemprov Kaltim kini berkomitmen untuk memaksimalkan kembali penggunaan stadion ini, termasuk kemungkinan menjadikannya markas bagi klub sepak bola Borneo FC.
“Saya ingin memastikan bahwa tidak ada lagi aset kita yang terbengkalai. Meski perbaikan dilakukan secara bertahap, kami optimis stadion ini bisa dimanfaatkan kembali dengan maksimal,” ujar Akmal.
Selain untuk kegiatan olahraga, beberapa fasilitas di stadion masih digunakan oleh atlet untuk berlatih, meskipun banyak sarana dan prasarana yang tidak berfungsi optimal. Sementara itu, sebagian area stadion yang memiliki luas 88 hektare ini selama bertahun-tahun hanya dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan olahraga ringan atau rekreasi.
Dengan dukungan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), Pemprov Kaltim mulai mengaktifkan kembali sejumlah aset yang selama ini kurang terawat, termasuk Stadion Utama Palaran. “Pelan-pelan kita perbaiki sehingga bisa dimanfaatkan kembali dengan maksimal, meski membutuhkan anggaran yang cukup besar,” pungkas Akmal Malik. (mrf/beb)