Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dipecat Lalu Depresi, Pria Ini Berusaha Akhiri Hidup Loncat dari Jembatan Mahakam

Dwi Restu Amrullah • Rabu, 18 September 2024 - 21:38 WIB

DISELAMATKAN: Pria yang berusaha mengakhiri hidup dengan melompat dari Jembatan Mahakam IV dicegah anggota kepolisian.
DISELAMATKAN: Pria yang berusaha mengakhiri hidup dengan melompat dari Jembatan Mahakam IV dicegah anggota kepolisian.
 

 

SAMARINDA–Mengalami depresi lantaran dipecat dari pekerjaan, termasuk dugaan hubungannya dengan sang istri sedang tak baik, pemuda berusia 28 tahun hendak berusaha mengakhiri hidup dengan melompat dari Jembatan Mahakam IV, Senin (16/9) malam. Dia adalah pria berinisial AJ.

M Iqbal (23), driver online (ojol) mengatakan, dirinya memang sedang menunggu orderan di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, tepatnya di salah satu retail modern. "Terus laki-laki itu mendatangi saya untuk memesan secara offline, tujuan ke Samarinda Sebrang," ungkapnya.

Dalam perjalanan tersebut, AJ meminta kepada Iqbal untuk melewati jalur mobil di Jembatan Mahakam IV. "Saat di tengah jembatan dia minta saya berhenti dulu, kemudian turun, dan lompat melewati pagar pembatas jembatan, dia seperti mau terjun. Kaget saya, langsung aja lapor polisi, enggak lama ada polisi datang," tegasnya.

Berdasarkan rekaman video durasi 12 detik dan beredar di grup WhatsApp serta media sosial (medsos), seorang anggota Polairud Polresta Samarinda memegangi pria yang sedang duduk di luar pagar pembatas jembatan. Polisi tersebut membujuk untuk mengurungkan niatnya, dan langsung dibawa ke Polresta Samarinda bagian sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT).

Kepala SPKT Iptu Sugondo mengatakan, pemuda yang diduga hendak bunuh diri itu telah dipulangkan ke kediamannya di kawasan Cendana. "Kalau pengakuannya depresi karena dipecat perusahaan, dan hubungannya dengan istrinya renggang," ujarnya, Selasa (17/9).

Diduga tak kuat menahan beban, dia pergi ke jembatan untuk duduk. "Dia mungkin mau cari sensasi biar orang tahu, alhamdulillah bisa dicegah (upaya bunuh diri)," ungkapnya singkat. (dra)

Editor : Indra Zakaria