Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tambang di Kukar Longsor, 5 Orang Jadi Korban 3 Selamat dan 2 Tertimbun

Indra Zakaria • 2025-03-12 06:00:00
TELAN KORBAN. Kondisi longsor di area tambang batu bara yang digarap PT ABS di Loa Janan. (IST)
TELAN KORBAN. Kondisi longsor di area tambang batu bara yang digarap PT ABS di Loa Janan. (IST)

 

Aktivitas pertambangan batu bara di Kutai Kartanegara kembali memakan korban. Ya, Tim SAR gabungan yang dipimpin oleh Basarnas Kaltimtara melalui Unit Siaga SAR Samarinda resmi menghentikan operasi pencarian korban tanah longsor di area tambang batu bara yang dikelola PT ABS di Kilometer 11, Dusun Bakti Luhur, RT 11, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Penghentian operasi pencarian telah dilakukan sejak sepekan lalu, tepatnya Minggu (2/3), atau empat hari setelah satu korban longsor, AS (29), operator Dozer 716, ditemukan pada Kamis (27/2). Koordinator Pos SAR Samarinda, Riqi Efendi, menjelaskan bahwa sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas, durasi operasi SAR berlaku selama tujuh hari dan dapat diperpanjang jika ada permintaan khusus.

"Kami menghentikan pencarian pada Minggu (2/3), karena sejak Senin (24/2) kami sudah turun langsung sehari setelah kejadian," kata Riqi. Dalam proses pencarian, tim SAR menghadapi kendala berupa luasnya area longsor yang membutuhkan alat berat agar pencarian lebih maksimal.

"Beberapa alat sudah diturunkan oleh perusahaan, seperti ground radar geo, geo listrik, dan geo magnet. Sedangkan kami hanya melakukan pencarian via udara dan belum ada pendeteksi khusus di area longsoran," ujarnya.

Pencarian menggunakan alat berat di titik yang telah ditentukan sempat dilakukan hingga kedalaman empat hingga lima meter. "Berdasarkan keterangan saksi, pencarian terakhir dilakukan di sektor 4, 5, dan 6, yang cukup luas," ungkapnya.

Selama operasi SAR berlangsung, seluruh aktivitas pertambangan di lokasi tersebut dihentikan dan difokuskan pada pencarian korban. "Kalau ada yang mengatakan korban tidak dicari, itu tidak benar. Hingga kini, pihak perusahaan masih terus melakukan pencarian dengan mengerahkan alat berat secara maksimal," tegasnya.

Riqi menambahkan bahwa meskipun operasi SAR telah dihentikan, Basarnas tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak perusahaan. "Jika ada tanda-tanda atau perkembangan yang memungkinkan dilakukannya evakuasi, kami siap turun kembali untuk evaluasi," jelasnya.

Diketahui, insiden tanah longsor terjadi di area PIT K1 Mahakam yang sedang digarap PT ABS, pada Minggu (23/2) pukul 20.25 Wita. Dalam kejadian tersebut, lima operator menjadi korban. Tiga orang selamat dengan luka ringan, sementara dua lainnya, yakni AS (29) dan Al (30), dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsoran.

Hingga kini, pencarian terhadap korban yang masih hilang tetap dilakukan oleh pihak perusahaan dengan pengawasan dari pihak berwenang. (oke/beb/nha)

Editor : Indra Zakaria