Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Kontribusi Sejak 1897: Kaltim Kini Suplai 32 Persen Energi Nasional, Produksi Gas Diprediksi Melonjak hingga 2030

Indra Zakaria • 2025-11-22 10:55:00
Rudy Mas
Rudy Mas

SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Dr. H. Rudy Mas'ud (Harum), menegaskan peran strategis Kaltim sebagai penopang utama energi nasional. Ia mengungkapkan bahwa provinsi tersebut saat ini menyuplai sekitar 32 persen dari total kebutuhan minyak dan gas bumi (migas) Indonesia.

Hal ini disampaikan Harum dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI pada Kamis (13/11/2025), yang disaksikan melalui siaran YouTube DPR.

Menurut Harum, kontribusi besar Kaltim ini tidak lepas dari sejarah panjang eksplorasi migas yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad.

“Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, hari ini memberikan kurang lebih sekitar 30 persen, tepatnya mungkin 32 persen energi, baik minyak maupun gas untuk Indonesia,” ujar Gubernur Harum.

Ia memaparkan, sejarah perminyakan di Kaltim dimulai sejak 1897, ketika Belanda bekerja sama dengan Kesultanan Kutai. Pengeboran migas pertama di wilayah itu berhasil dilakukan pada tahun 1903, menandai Kaltim sebagai wilayah strategis dalam pasokan energi nasional sejak saat itu.

Saat ini, produksi migas Kaltim tercatat mencapai 53 ribu barel minyak per hari (bph) dan sekitar 1,2 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD). Angka ini menempatkan Kaltim sebagai salah satu produsen migas terbesar di Tanah Air.

Gubernur Harum optimis bahwa kontribusi Kaltim akan semakin meningkat dalam beberapa tahun mendatang, didorong oleh proyek-proyek migas besar yang sedang berjalan, termasuk pengembangan lapangan gas oleh ENI.

“Insyaallah kalau tidak ada halangan, di puncaknya nanti 2028–2030, produksi gas bisa mencapai sekitar 1,8 miliar BSCFD dan kondensat mendekati 100 ribu barel per hari,” katanya.

Dengan proyeksi peningkatan produksi yang signifikan tersebut, Rudy Mas'ud menilai posisi Kaltim akan kian kokoh sebagai lumbung energi nasional dan mampu bersaing dengan kawasan produsen migas besar di tingkat regional. (adv/diskominfo/i)

Editor : Indra Zakaria