SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2025. Pertemuan yang diadakan di Bagios Café Samarinda pada Kamis (27/11/2025) ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kendala dan merumuskan langkah peningkatan layanan haji di tahun mendatang, baik di tingkat daerah maupun saat di Arab Saudi.
Asisten Pemerintahan Setprov Kaltim, HM Syirajuddin, menegaskan bahwa fokus utama evaluasi tahun ini adalah peningkatan kualitas, efektivitas, dan efisiensi layanan secara menyeluruh.
Syirajuddin menyoroti sejumlah kelemahan yang masih ditemukan, khususnya dalam aspek koordinasi antarinstansi. Koordinasi Transportasi: Masih terdapat kendala dalam pengaturan transportasi jemaah dari kabupaten/kota menuju asrama haji.
Layanan Asrama Haji: Pelayanan dasar asrama perlu ditingkatkan, meliputi fasilitas kamar, kenyamanan ruangan, dan kecepatan petugas dalam menangani jemaah yang sakit.
Pendampingan: Masalah-masalah kecil seperti pengecekan koper, kelengkapan dokumen, hingga pendampingan lansia saat di bandara harus diperhatikan lebih teliti. Selain itu, masukan dari jemaah terkait kondisi di Muzdalifah, terutama masalah transportasi, akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan kementerian terkait.
Syirajuddin juga menekankan perlunya pembaruan dalam pembinaan manasik. Ia meminta narasumber manasik harus lebih profesional, memahami regulasi terbaru, dan memiliki sertifikasi agar pembinaan lebih relevan dengan kebutuhan jemaah.
Langkah Tindak Lanjut Pemprov: Makanan Ramah Lansia hingga CCTV
Menanggapi masukan yang ada, Kepala Biro Kesra Setprov Kaltim, Hj Dasmiah, menyatakan Pemprov siap menindaklanjuti sesuai kewenangan daerah.
Pemprov Kaltim telah mempersiapkan sejumlah langkah strategis, meliputi Penyiapan petugas haji lebih awal. Peningkatan fasilitas asrama haji dan penguatan layanan kesehatan.
Penekanan pada menu makanan yang ramah lansia, harus lebih lembut, mudah dikonsumsi, namun tetap bergizi.
Dasmiah juga menambahkan bahwa Pemprov akan terus memberikan dukungan berupa hibah tahunan kepada UPTD Haji dan dukungan souvenir UMKM. Ia secara spesifik meminta pihak asrama haji untuk menambah fasilitas keamanan, seperti CCTV, yang dinilai sangat dibutuhkan. Selain itu, kerja sama dengan berbagai organisasi dan travel akan diperkuat untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan manasik.
Rapat evaluasi ini turut menghadirkan pembicara dari Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fachruddin, dan perwakilan Kemenag Kaltim, Mohlis Hasan, serta melibatkan berbagai unsur terkait mulai dari kepolisian, imigrasi, bea cukai, Angkasa Pura, Garuda Indonesia, Kemenag kabupaten/kota, hingga perwakilan petugas dan jemaah haji. (adv/diskominfo/i)
Editor : Indra Zakaria