Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

BPS: Pengangguran Kaltim Naik Tipis Jadi 5,2% per November 2025, TPAK Turun

Muhamad Yamin • 2026-02-08 14:39:51
infografis
infografis

PROKAL.CO, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kaltim pada November 2025 sebesar 5,2 persen, naik tipis dibandingkan Agustus 2025 yang berada di angka 5,18 persen.

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai menjelaskan, potret ketenagakerjaan yang dirilis kali ini menggambarkan kondisi pada November 2025, dengan jumlah penduduk usia kerja mencapai 3,1 juta orang, meningkat sekitar 26,5 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya.

“Jumlah angkatan kerja tercatat sebanyak 2,079 juta orang, meningkat sekitar 2.000 orang, sementara bukan angkatan kerja mencapai 1,67 juta orang, naik sekitar 24,48 ribu orang dibandingkan Agustus 2025,” ujar Mas’ud beberapa waktu lalu.

Namun demikian, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) secara total tercatat 66,08 persen, sedikit menurun dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 66,58 persen. Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki berada di 82,49 persen, sementara TPAK perempuan 42,84 persen. Keduanya sama-sama mengalami penurunan tipis.

Dari sisi pengangguran berdasarkan gender, TPT perempuan tercatat sebesar 7,3 persen, lebih tinggi dibandingkan TPT laki-laki sebesar 4,05 persen. Mas’ud menyebutkan, TPT laki-laki justru mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2025, sementara TPT perempuan mengalami peningkatan.

Untuk penyerapan tenaga kerja, tiga lapangan usaha terbesar pada November 2025 masih didominasi oleh perdagangan dengan kontribusi 18,38 persen, diikuti pertanian sebesar 15,45 persen, serta akomodasi dan makan minum sebesar 10,2 persen. Dibandingkan Agustus 2025, sektor perdagangan dan pertanian mengalami penurunan tipis, sedangkan sektor akomodasi dan makan minum mencatatkan peningkatan.

Sementara itu, berdasarkan status pekerjaan, mayoritas penduduk bekerja sebagai buruh, karyawan, atau pegawai dengan proporsi 54,06 persen. Disusul berusaha sendiri sebesar 18,27 persen, serta berusaha dibantu buruh tetap maupun tidak tetap sebesar 10,25 persen.

BPS juga mencatat proporsi pekerja formal di Kaltim meningkat dari Agustus ke November 2025, terutama didorong oleh bertambahnya pekerja dengan status buruh atau karyawan. Pekerja formal kini mencapai 57,94 persen, sementara pekerja informal 42,06 persen.

Dari sisi pendidikan, tenaga kerja berpendidikan SMA masih mendominasi dengan porsi 30,57 persen. Selanjutnya pendidikan SD ke bawah sebesar 21,43 persen, SMK 15,2 persen, SMP 13,83 persen, Diploma IV/S1 ke atas 15,65 persen, dan Diploma III sebesar 3,32 persen.

“Dalam lima bulan terakhir terlihat tren penurunan tenaga kerja berpendidikan rendah, sementara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi mengalami peningkatan. Catatannya, lulusan SMK dan Diploma III menunjukkan kecenderungan menurun,” pungkas Mas’ud. (*)

Editor : Indra Zakaria