Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Menuju Desa Masa Depan: 841 Desa di Kaltim Kini Terkoneksi Internet dan Siap Terapkan Konsep Smart Village

Indra Zakaria • 2026-02-11 13:30:00
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Puguh Harjanto (kiri).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Puguh Harjanto (kiri).

SAMARINDA – Wajah pedesaan di Kalimantan Timur kini tengah mengalami transformasi besar. Era layanan administrasi manual yang memakan waktu lama mulai ditinggalkan, berganti dengan konsep Smart Village atau Desa Cerdas. Melalui arah kebijakan baru ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong desa-desa untuk menjadi lebih cerdas, cepat, dan terkoneksi secara digital sebagai standar baru pembangunan daerah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Puguh Harjanto, menegaskan bahwa digitalisasi desa bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan menjadi pondasi agar desa mampu tumbuh seiring perubahan zaman. Saat ini, fondasi tersebut diperkuat dengan perluasan jaringan internet gratis desa yang telah menjangkau ratusan titik di seluruh wilayah Kaltim. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 841 desa di Kalimantan Timur yang terlayani akses internet gratis tersebut.

Langkah besar yang diambil DPMPD Kaltim tahun ini adalah memperkuat layanan administrasi berbasis digital yang akan terintegrasi dalam Super App Kaltim bertajuk SAKTI Gemas, atau Satu Akses Kalimantan Timur Menuju Generasi Emas. Melalui sistem ini, urusan administrasi desa diharapkan menjadi lebih praktis dan transparan, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan tanpa harus berulang kali datang ke kantor desa.

Pengembangan Desa Cerdas ini juga melibatkan kolaborasi lintas sektor yang sangat erat. Diskominfo Kaltim berperan dalam mendorong keterbukaan informasi publik dan transparansi pemerintahan desa. Sementara itu, dari sisi ekonomi, DPPKUKM Kaltim memberikan perhatian pada penguatan pemasaran digital bagi produk unggulan desa. Fokusnya adalah memperbaiki kemasan produk agar lebih menarik dan mampu bersaing di pasar digital yang lebih luas.

Puguh menekankan bahwa indikator Smart Village mencakup banyak aspek, mulai dari tata kelola pemerintahan yang cerdas hingga mobilitas dan lingkungan yang cerdas. Pemanfaatan internet desa diharapkan tidak hanya terbatas pada urusan kantor, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal, seperti promosi wisata desa dan pemasaran hasil pertanian.

Ia berharap keberhasilan digitalisasi ini tidak hanya dinikmati oleh segelintir desa yang sudah maju. Desa-desa yang telah sukses menerapkan sistem Smart Village didorong untuk berbagi pengalaman dengan desa lainnya agar kemajuan pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh Kalimantan Timur. Dengan sinergi yang kuat, Smart Village diyakini mampu melahirkan desa-desa yang lebih mandiri, terbuka, dan berdaya saing tinggi. (*)

Editor : Indra Zakaria