Kebakaran hutan terjadi di Jalan Selisun, Nunukan Selatan, sekitar pukul 15.54 Wita, Minggu (19/11). Api yang terus berkobar membuat personel yang memadamkan api membutuhkan waktu selama 3 jam untuk memadamkan keseluruhan.
Personel yang terlibat dalam hal ini yakni dari BPBD Nunukan dan UPTD KPH Nunukan. Belasan personel dikerahkan termasuk 4 unit mobil pemadam api, 2 unit dari BPBD dan 2 unit dari UPTD KPH Nunukan.
Kasubid Informasi pada BPBD Nunukan, Muhammad Basir mengatakan, kebakaran lahan tepat terjadi di area lahan di Jalan Selisun, Nunukan Selatan. Area masih terbilang dekat dengan pemukiman masyarakat.
“Kebakarannya di depan gedung gadis 2, masih bisa kami jangkau, belakang tempat pemakaman umum, apinya lumayan besar terpisah-pisah,” ungkap Basir kepada wartawan ketika dikonfirmasi, Senin (20/11).
Dalam memadamkan kebakaran, dibutuhkan waktu 3 jam, pemadaman baru bisa dipastikan padam total, tepat pada pukul 18.30 Wita dari waktu kebakaran awal 15.54 Wita. Dari perhitungan sementara, luas lahan yang terbakar mencapai 1,1 hektare.
“Kalau luasnya mencapai 1,1 hektare, namun akan dilakukan pengukuran ulang, estimasi demikian (1,1 hektar),” tambah Basir.
Di lokasi kejadian perkara, tidak ditemukan pemilik lahan, termasuk penyebab api tiba-tiba membesar dan membakar area lahan. Melihat kejadian ini, tentu pihaknya meminta masyarakat untuk menghindari melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Dugaan kuat, kebakaran yang terjadi karena kepentingan membuka lahan, karena posisinya masih terbilang dekat dengan pemukiman masyarakat. “Wilayahnya masih sangat bisa dijangkau, kemungkinan besar ingin buka lahan, ini dugaan ya, jadi masyarakat kami imbau jangan buka lahan dengan cara dibakar, kemudian waspada terhadap cuaca yang tidak menentu, apalagi sekarang juga musim kemarau, cuaca terik panas, rawan kebakaran, termasuk hemat juga dalam penggunaan air di saat sekarang,” harap Basir mengakhiri. (raw/lim)