Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Polisi Minta Keterangan Ahli

uki-Berau Post • 2019-05-02 13:26:36

TANJUNG SELOR - Kasus dugaan penyebaran hoaks atau  berita bohong yang melibatkan oknum anggota DPRD Bulungan, terus didalami Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara.

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra mengungkapkan, usai menetapkan oknum anggota DPRD berinisial MN sebagai tersangka dugaan penyebaran hoaks, keberadaan tentara asal Tiongkok bersenjata lengkap di Gunung Sari yang meresahkan warga Bulungan, pihaknya lantas meminta keterangan ahli ITE, ahli bahasa, dan ahli pidana, guna menguatkan penyidikan yang dilakukan. Termasuk mengatur jadwal untuk melengkapi berkas perkara yang menjerat MN.

"Kita sedang kumpulkan keterangan dari ahli untuk kasus penyebaran hoaks yang dilakukan MN," jelasnya, Selasa (30/4).

Sebelumnya, penyidik juga telah meminta keterangan 12 orang saksi. Terdiri dari warga Desa Gunung Sari, pihak hotel yang mengantarkan pelajar Tiongkok tersebut ke Gunung Sari, serta beberapa orang yang berkaitan dengan kegiatan para pelajar Tiongkok selama berada di Bulungan. Hasilnya, tidak ada bukti dan ketertangan saksi yang menguatkan narasi yang diposting tersangka di media sosialnya.

"WNA ini merupakan kelompok pelajar yang sedang melakukan penelitian tanaman Gaharu. Terkait kostum yang digunakan loreng, tapi bukan tentara melainkan pelajar sesuai identitasnya," ungkapnya.

Helmi menegaskan, tersangka akan dijerat sesuai pasal 14 ayat 1 dan 2 UU Nomor/1946 dan pasal 15 tentang Peraturan Hukum Pidana, serta pasal 45 ayat 1 junto pasal 28 ayat 1 UU nomor 19/2016 tentang perubahan UU nomor 11/2008 tentang ITE. "Hukum itu tidak mengenal siapa dia. Pelaku penyebar hoaks sudah secara sadar dan mengakui kesalahannya sehingga meminta maaf kepada aparat," ujarnya.

Dia mengimbau, agar masyarakat Kaltara bisa lebih bijak menggunakan media sosial. Jangan langsung percaya dengan informasi atau berita yang tidak jelas, apalagi turut menyebarluaskannya.

MN sendiri sudah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kaltara. Dirinya tidak menyangkal telah menyebarkan informasi mengenai keberadaan tentara asal Tiongkok di Gunung Sari, Kabupaten Bulungan.

“Awalnya saya kira itu warga asing. Namun, ternyata mereka pelajar dari Cina. Saya menyesal dan memohon maaf atas postingan saya,” ujarnya menyampaikan permohonan maafnya. (uno/udi)

Editor : uki-Berau Post
#hukum