TANJUNG SELOR - Rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi ke-229 Kota Tanjung Selor dan Hari Jadi ke-59 Kabupaten Bulungan tahun ini, terpaksa tanpa salah satu tradisi adat yang senantiasa menggunakan perahu Biduk Bebandung.
Dikatakan Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala, keterbatasan anggaran menjadi penyebab tradisi Biduk Bebandung ditiadakan. Namun bukan berarti dihilangkan. Sebab pada peringatan hari jadi tahun depan, tradisi perahu Biduk Bebandung kembali digelar, sesuai yang diamanahkan peraturan daerah (perda).
"Kesepakatan yang tertuang dalam perda, untuk Birau kecil tak menggunakan perahu Biduk Bebandung. Birau besar baru akan gunakan perahu Biduk Bebandung," jelas Ingkong yang menjelaskan tahun ini hanya perayaan Birau kecil, saat ditemui Rakyat Kaltara.
Menurutnya, penggunaan perahu tersebut membutuhkan anggaran cukup besar. Karena diutamakan persoalan keamanan ketika menggunakan perahu tersebut. Karena yang ikut dalam perahu tersebut jumlah orangnya tidak sedikit.
Meskipun tahun ini ada tradisi yang hilang, lanjut Ingkong, bukan berarti perayaan hari jadi tidak meriah. Pemerintah daerah sudah menyiapkan rangkaian hiburan untuk masyarakat Bulungan. Di antaranya dengan mendatangkan artis ibu kota. Termasuk mengadakan pawai budaya, yang difokuskan di Kecamatan Tanjung Palas.
Pelaksanaan pawai budaya yang digelar kemarin, sudah tiga tahun berturut-turut terselenggara. Hal ini, lanjut dia, untuk melestarikan budaya-budaya yang ada di Bulungan dari semua etnis. "Jangan sampai tergerus dengan budaya-budaya yang negatif di masyarakat kita," ujarnya.
Untuk tahun depan, Pemkab Bulungan sudah merencanakan untuk menghadirkan 50 raja yang ada di Nusantara ini. Seperti yang dilakukan pada 2018 lalu. (uno/udi)
Editor : izak-Indra Zakaria