TARAKAN – Saat seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan memastikan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).
Di antaranya, penerimaan berkas fisik pelamar tidak melalui tatap muka. Pemkot Tarakan mengubah rencana dengan meniadakan membuka Sekretariat di Ruang Lubung Kantor Wali Kota Tarakan. Ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
“Karena inikan pandemi, jadi pakai PO BOX semua,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Budi Prayitno, Jumat (28/5).
Adapun untuk pendaftaran, Budi menjelaskan pelamar mendaftar secara online melalui portal yang disiapkan BKN. Melalui portal itu, pelamar mendaftar dengan melampirkan berkas yang dibutuhkan. Sampai nanti ada bukti pendaftaran yang diterima dan dinyatakan lolos seleksi administrasi.
Selain melampirkan berkas saat mendaftar secara online, pelamar juga diminta melampirkan berkas fisik ke BKPSDM Tarakan. Yang dikirim melalui PO BOX sebagai bahan untuk melakukan verifikasi.
Meskipun sudah dirilis jadwal seleksi penerimaan CPNS dan PPPK, Budi belum bisa memastikan tepat waktu. Ada kemungkinan jadwal mundur dari rencana semula.
Pasalnya, jadwal yang dirilis masih bersifat tentatif. Pemkot Tarakan masih menunggu petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan seleksi yang menjadi bahan membuat pengumuman. Seperti standar passing grade untuk nilai Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang harus dicantumkan dalam pengumuman.
Jika berdasarkan jadwal semula, pengumuman seleksi pada 30 Mei-13 Juni 2021. Sedangkan pendaftaran seleksi dimulai 31 Mei-21 Juni 2021. Akan tetapi, dari hasil komunikasi secara lisan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB), belum ada kepastian pelaksanaan dimulai sesuai jadwal.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan persiapan. Seperti menyiapkan draf pengumuman seleksi, sambil menunggu juknis yang akan dimasukkan dalam pengumuman. Bahkan, BKPSDM sudah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN di Tarakan untuk pelaksanaan seleksi.
Diperkirakan, jumlah pegawai yang akan direkrut sebanyak 50 orang. Di pihak lain, Kepala UPT BKN Tarakan Ary Kuswantoro mengaku, sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan seleksi CPNS dan PPPK.
“Kalau untuk persiapan, kami dari sarana prasana sudah siap. Dari tahun kemarin sudah melaksanakan,” tuturnya. Ia memastikan pelaksanaan seleksi tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti menyiapkan tempat cuci tangan. Kemudian pada saat pelaksanaan, menerapkan jaga jarak. Dari 50 komputer yang ada, hanya 30 komputer yang digunakan. (mrs/uno)
Editor : uki-Berau Post