TARAKAN – Masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara) patut mewaspadai penyakit HIV/AIDS. Sebab, setiap tahun ditemukan kasus-kasus baru. Hal itu diakui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Kaltara Agust Suwandy.
“Setiap tahun memang kita mendata HIV/AIDS dari semua sasaran yang ada di Kaltara. Setiap tahun memang kita selalu menemukan kasus-kasus baru, itu jumlahnya biasanya memang lebih dari 100 orang setiap tahun,” terang Agust Suwandy kepada awak media, Kamis (30/12).
Januari hingga November tahun lalu, pihaknya menemukan 112 kasus. Jumlah ini dinilai lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya. Pihaknya pernah menemukan 170 kasus, 180 kasus, bahkan ada yang lebih dari 200 kasus.
Menurut Agust Suwandy, hampir semua kategori usia ada ditemukan. Mulai anak-anak sampai orang dewasa. Cuma sekarang ini disinyalir bermunculan kasus di usia remaja. Agust Suwandy menduga bukan karena kasusnya yang menurun di 2021, tetapi fokus perhatian jajaran kesehatan lebih pada Covid-19.
Di samping itu, screening HIV/AIDS juga dinilai terbatas karena dilakukan secara aktif dengan mendatangi tempat-tempat hiburan ataupun tempat-tempat berisiko seperti lembaga pemasyarakatan.
Alasan lain, selama Covid-19, pelayanan di dalam gedung juga dilakukan dengan membatasi seminimal mungkin untuk kontak dengan pasien, sehingga untuk pemeriksaan seperti HIV/AIDS menjadi berkurang.
“Ini mungkin kenapa kasus di 2021 memang kelihatan lebih rendah,” ungkap pria yang juga ditunjuk sebagai juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltara.
Diakui Agust Suwandy, jumlah itu masih jauh dari target. Pihaknya punya target temuan. Misalnya, terhadap kasus ibu hamil ada diberikan target. Karena itu, pihaknya selalu mengupayakan bagaimana penemuan HIV/AIDS ini bisa ditingkatkan dari waktu ke waktu.
Tujuannya, menurut Agust Suwandy, pihaknya ingin cepat menyelesaikan masalah ini, sehingga ketika ditemukan kasus, cepat dilakukan pengobatan maupun konseling. Diskes Kaltara telah melaksanakan konseling akhir 2021. Seperti dilakukan di ruang serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan pada Kamis (30/12) bersama anggota Gerakan Pramuka. Sebelumnya, pihaknya juga melaksanakan konseling di Sebatik, Kabupaten Nunukan.
Tujuannya, menurut Agust Suwandy, untuk memberikan edukasi, terutama kepada kaum milenial agar bisa melakukan upaya pecegahan dan pengendalian sedini mungkin. Di samping itu, diharapkan dapat memberikan informasi yang benar kepada teman-temannya. (mrs/kpg/kri/k16)
Editor : uki-Berau Post