SEBUAH video dengan visual jenazah dibawa ke pemakaman menggunakan truk, mendadak heboh di media sosial (Medsos).
Terlihat jenazah dengan kafan beralaskan tikar, diangkat menuju dump truk, dan sejumlah suara keluhan maupun keprihatinan terdengar dalam video tersebut. Kondisi cuaca yang gerimis, seakan menambah pekat suasana duka yang terjadi.
Dari informasi yang diperoleh media ini, video tersebut diunggah 11 Maret lalu, lokasi di Tanjung Harapan Mamolok, Kecamatan Nunukan Selatan. Lurah Tanjung Harapan Andi Maskur Badawi membenarkan, jenazah yang tengah diperbincangkan merupakan salah seorang warganya.
“Namanya Jamal, memang sudah lama menderita sakit. Kemungkinan dia meninggal karena sakitnya,” ucapnya, Minggu (13/3).
Jamal merupakan warga pindahan dari Sulawesi dan baru membuat KTP. Andi Maskur belum tahu pasti tujuan almarhum Jamal merantau.
Kemungkinan besar, hendak bekerja rumput laut. Melihat mayoritas pendatang di wilayah ini, semua bekerja sebagai pembudidaya atau buruh ikat rumput laut, yang dalam bahasa setempat disebut sebagai Pabettang.
Andi Maskur menuturkan, dari keterangan keluarga almarhum, jenazah terpaksa dibawa ke pemakaman menggunakan truck. Akibat permohonan keluarga almarhum untuk peminjaman ambulans tidak ada respon.
“Pihak keluarga sudah menghubungi Lapas dan Puskesmas Nunukan Selatan, untuk meminta ambulans. Tapi ditunggu berjam-jam, ambulans tidak kunjung datang. Itulah mengapa jenazah diangkut dengan truk,” jelasnya.
Kondisi ini memang dikeluhkan pihak keluarga dan masyarakat. Pelayanan Puskesmas untuk masyarakat yang mengalami sakit biasa, jauh beda dengan pasien Covid.
Menurut para pelayat, Puskesmas hanya butuh beberapa menit untuk menjemput jenazah atau pasien Covid-19. Namun sikap sebaliknya ditunjukkan ketika pasien atau jenazah yang dilaporkan. Mengalami kematian wajar atau tidak terindikasi Covid-19.
Nada tidak puas tersebut juga muncul akibat, wilayah Tanjung Harapan berada jauh dari kota dan lokasi makam. Alhasil, meski suasana hujan, jenazah tetap diangkut dengan truk.
“Itu yang disesalkan pihak keluarga dan para pelayat. Semoga ini menjadi pembelajaran,” katanya. Berbagai komentar juga muncul dengan beragam argumen. Kebanyakan komentar lebih pada pelayanan Puskesmas dan pengalaman sejumlah warganet saat bermohon ambulan. (*/lik/*/viq/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria