Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Aksi Perampokan Ancam Warga Tias, Kesbangpol Respons Pengaduan Masyarakat

Azwar Halim • 2024-02-26 15:50:00
Petugas berdiskusi dengan salah satu pemilik tambak di Kampung Tias, Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan.
Petugas berdiskusi dengan salah satu pemilik tambak di Kampung Tias, Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan.

Perairan di Kampung Tias, Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan semakin tidak aman, lantaran maraknya aksi perampokan di wilayah pesisir. Untuk itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bulungan bersama Kodim 0903/Bulungan, Polresta Bulungan melaksanakan monitoring keamanan, ketertiban masyarakat dan pencegahan tindak kriminal.

Ketua RW 005, Asgar mengaku telah mengusulkan beberapa kali untuk membentuk pos keamanan. Namun, hingga saat ini usulan tersebut masih belum mendapat tindak lanjut. Diharapkan, dengan adanya tim monitoring, masalah ini dapat disampaikan kepada pimpinan TNI-Polri. "Semoga usulan ini bisa segara terealisasi," kata Asgar kepada Radar Kaltara, Minggu (25/2).

Menurutnya, keberadaan pos kemanan dinilai sengat penting. Mengingat, aksi perampokan marak terjadi di perairan Tias. Untuk itu, warga berharap agar posko kemanan bisa segera terbentuk. "Di perairan Tias ini sudah beberapa kali terjadi aksi perampokan," ungkapnya. 

Bahkan beberapa nelayan yang sedang mengangkut hasil panen udang mereka ke Tarakan juga menjadi korban perampokan. Selama ini, ketika terjadi aksi perampokan warga hanya bisa melapor melalui sambungan telepon.

"Tetapi, persoalannya jaringan di sini (Tias) susah dan laporan kita tidak langsung ditindaklanjuti. Jadi, sempat para perampok itu kabur," bebernya.

Untuk itu, warga berharap pos kemanan bisa segera terbentuk. Sehingga, aksi perampokan dapat diminimalisir. "Untuk lokasi sudah tidak ada masalah, karena sudah ada lahan yang disiapkan untuk membangun pos keamanan," ujarnya.

Sebelumnya, pos keamanan masih aktif. Namun, sejak 2015 sudah tidak ada personel yang bertugas di pos keamanan tersebut. "Terakhir 2015, setelah itu tidak aktif," bebernya.

Sementara itu, Ketua RT 036, Hamka menyatakan bahwa seringkali terjadi gangguan keamanan di lingkungannya. Namun, ketika warga melaporkan kejadian tersebut, penanganannya terkadang sulit dan pelaku kejahatan seringkali berhasil melarikan diri sebelum petugas datang. Oleh karena itu, warga sangat mengharapkan adanya personel keamanan yang lebih siaga di wilayah mereka, sehingga mereka dapat dengan cepat melaporkan kejadian dan tindakan dapat segera diambil.

"Sekarang ini sudah terjadi beberapa kali insiden keamanan, salah satunya adalah pencurian uang.

 Baca Juga: Bertahap Tuntaskan Pembangunan Jembatan

Warga, sambung Hamka, telah beberapa kali menyampaikan keluhan mereka terkait gangguan keamanan kepada pihak berwenang, tetapi hingga saat ini belum ada tindakan yang signifikan dilakukan dan pos keamanan sangat dibutuhkan agar para perampok tidak dapat dengan mudah mengulangi tindakan kejahatan mereka.

Editor : Indra Zakaria
#bulungan