Setelah diresmikan beberapa waktu lalu, kini program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dicanangkan pemerintah pusat beberapa waktu lalu, kini sudah mulai berjalan. Kendati demikian, hingga saat ini program tersebut masih sepi peminat.
Saat dikonfirmasi, Administrasitator Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, Bahriyahtul Ulum, S.Si menerangkan, menduga sepinya pendaftar tidak terlepas dari promosi dan sosialisasi yang belum maksimal.
Dikatakannya sebenarnya upaya sosialisasi telah gencar dilakukan baik dari medsos maupun secara langsung kepada pasien yang berobat di Puskesmas. Kendati demikian, menurutnya hal tersebut belum cukup jika tidak menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
"Kemudian dari media sosial puskesmas juga melakukan sosialisasi. Cuma memang antusias masyarakat belum semuanya mau mendaftar. Mungkin salah satunya penyebabnya ada metode pendaftaran yah. Ke depannya kami akan evaluasi karena tidak semua masyarakat familiar dengan aplikasi," katanya.
"Kami akan terus melakukan berbagai upaya sosialisasi bukan hanya dinas, puskesmas dan informasi komunitas yang berbasis kemudahan. Kami juga berterimakasih kepada teman-teman media massa yang turut membantu menyampaikan PKG ke masyarakat," urainya.
Adapun untuk pemeriksaan KPG, ia menerangkan jika pemeriksaan tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan kesehatan pada umumnya. Namun selain itu, PKG juga adanya layanan konsultasi psikologi dan kejiwaan bergantung screening kesehatan pada pasien. Namun demikian, program tersebut masih terbatas karena dapat melayani 3 orang pada setiap puskesmas setiap harinya.
"Pemeriksaan awal itu pemeriksaan tensi darah, kemudian gula dan kemudian terkait hasil screening nanti ada yang mungkin pemeriksaan kolesterol kemudian masalah psikologinya, mungkin masalah kejiwaannya, itu akan kita lihat tergantung dengan screening kesehatan yang bersangkutan," pungkasnya. (zac).
Editor : Indra Zakaria