TANJUNG SELOR – Meski Kabupaten Bulungan ini tidakmasuk dalam kategori wilayah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang rawan akan pendistribusian logistik pemilu, seperti bilik suara, kotak suara dan surat suara. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan dalam hal ini tetap tak menganggap remeh dan menjadikan atensi khusus soal pendistribusiannya itu.
Dikatakan Ketua KPU Bulungan, Erry Sonley bahwa pihaknya mengaku sejak dini terus mempersiapkan dengan baik alur mekanisme pendistribusian logistik pemilu yang berlangsung secara serentak. Pasalnya, mengaca pada proses pendistribusian pemilu sebelumnya. Yang mana, di Bulungan sejatinya ada juga daerah yang benar-benar harus mendapat perhatian secara khusus dalam proses pendistribusiannya.
“Misal, sebut saja daerah Desa Long Peleban, Kecamatan Peso. Di mana daerah ini memang menjadi daerah yang paling jauh dalam pendistribusian logistik pemilu nantinya di Bulungan,” ungkapnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (1/2).
Dikatakannya juga, sampai saat ini pihaknya bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan pihak keamanan TNI/Polri terus menjalin koordinasi sebelum pendistribusian logistik itu dilakukan. Tujuannya, agar tatkala di lapangan nantinya semua dapat berjalan dengan baik tanpa adanya suatu hambatan apapun.
“Di Bulungan ini sekalipun dianggap tak rawan. Namun, bukan berarti dalam proses pendistribusiannya tak ada kendala. Nah, untuk itulah kami sebagai penyelenggara berupaya meminimalisirnya. Sehingga semuanya dapat berjalan baik seperti pada pelaksanaan pemilu sebelumnya,” ujar Erry sapaan akrabnya.
Misal, lanjutnya, dalam upaya memperlancar pendistribusian untuk 10 kecamatan di Bulungan yaitu dengan cara selisih waktu berbeda-beda. Untuk daerah dengan jangkauan wilayah dekat dan rute yang baik. Maka, pendistribusiannya bisa dilakukan H-1. Sedangkan, untuk wilayah dengan jangkauan cukup jauh dan rute yang ekstrem, itu dapat dilakukan H-2 ataupun H-3.
“Kita tidak bisa menerapkan pendistribusian logistik di hari yang sama. Mengapa? Karena memang wilayah di Bulungan ini memiliki tantangan yang berbeda-beda. Dan itulah cara kami di KPU dalam mengantisipasi terjadinya sesuatu hal yang tak diinginkan bersama selama ini,” jelasnya.
“Meski dalam benak tak ingin logistik itu berlama-lama di TPS (tempat pemungutan suara). Mengingat, ini demi menjaga keamanan dan lainnya,” timpalnya.
Lebih jauh dikatakan, dari beberapa logistik yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pemilu. Erry menyebutkan bahwa hanya logistik surat suara yang sampai saat ini belum tersedia. Dan pihaknya pun tak mengetahui secara pasti kapan surat suara itu akan ada dan siap didistribusikan nantinya.
“Surat suara ini masih menunggu. Kalau yang lainnya seperti bilik dan kotak suara serta perlengkapan pendukung lainnya sudah siap,” katanya.
Ditambahkannya juga, dari logistik yang ada pihaknya dalam hal ini memastikan semuanya terjaga dengan baik. Sebab, seluruh logistik yang ada dan siap didistribusikan ditempatkan dalam gedung yang memadai dengan pengamanan yang ekstra ketat. Sehingga tidak sampai terjadi hal-hal yang sejatinya dapat mencederai penyelenggaraan pemilu serentak ini.
“Logistik semua ada di Dome Sport Centre (DSC), Tanjung Selor. Kami pastikan sampai saat ini aman dan tak terjadi kerusakan pada kotak dan bilik suaranya,” bebernya.
Sementara, seperti diketahui sebelumnya KPU Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menyebutkan bahwa dari lima kabupaten/kota di Kaltara ada dua di antaranya kabupaten dinilai rawan. Itu meliputi, Kabupaten Malinau dan Nunukan.
Ketua KPU Kaltara, Suryanata Al Islami mengatakan, rawannya itu lantaran pendistribusian logistik pada letak geografis di daerahnya tersebut. Seperti, Nunukan dan Malinau. Di mana, sejumlah titik sangat sulit dijangkau.
“Tidak semua daerah. Ada beberapa titik di Kabupaten Nunukan dan Malinau alasanya letak geografis. Sehingga, diperlukan armada untuk distribusi logistik menggunakan pesawat,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan kondisi yang ada TNI dan Polri menyatakan siap membantu untuk menyukseskan pelaksanaan pemilu 2019. Sehingga, untuk proses pendistribusian mendapatkan bantuan dari TNI AU Tarakan. Selain itu, KPU Kaltara juga telah melaporkan ke KPU RI. Ini dilakukan agar mendapatkan perhatian.
“Dari pertemuan TNI Polri siap memberikan dukungan penuh. Tinggal dilaporkan apakah secara tranportasi alat memungkinkan masuk daerah pelosok,” tambahnya.
Selain memperhatikan daerah yang rawan untuk didistribusikan logistik pemilu. Ia juga memberikan perhatian khusus kepada penyelenggara pemilu. Dengan medan yang sulit, sehingga harus bertaruh nyawa untuk mendistribusikan logistik. Ia berharap adanya asuransi bagi mereka.
“Harus juga memperhatikan orang yang mendistribusikan. Perlu dipikirkan asuransi buat penyelenggara pemilu khususnya yang melewati geografis tidak biasa. Dan ini akan menambah spirit untuk mejalankan tugas,” harapnya.
Di tempat berbeda, Ketua KPU Nunukan, Hj. Dewi Sari Bahtiar menyebutkan, untuk lokasi yang sulit dijangkau yakni Krayan dan Lumbis Ogong. Namun, ia mengaku sudah memiliki cara untuk mengatasi. Dari hasil pertemuan dengan instansi terkait persolan tersebut.
“Antisipasi sudah dipersiapkan. Hasil rapat yang dilakukan lintas sektoral untuk mengatasi sulitnya mendistribusikan logistik lokasi,” bebernya.
Berkaca dari Pemilu 2014 lalu, untuk mengirim logistik pemilu ke dua daerah tersebut. KPU Nunukan mendapatkan dukungan dari TNI menggunakan helikopter agar bisa mendistribusikannya. Tentunya, hal itu diharapkan dapat terjadi lagi. Namun, jika tidak memungkinkan tentunya menggunakan pesawat reguler.
“Tahun ini jika tidak ada. Dapat menggunakan jalur biasa. Sebab, hasilnya pada pertemuan di tingkat provinsi seluruh kabupaten kota ditugaskan melakukan rapat dengan instansi untuk mengkondisikan,” pungkasnya. (omg/eza)
Editor : kalpos123-Azward Kaltara