Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kades Punya Peran Strategis

anggri-Radar Tarakan • 2019-02-26 09:49:32

MALINAU – Saat ini ada beberapa desa di Kabupaten Malinau sedang menjalankan proses untuk pemilihan Kepala Desa (Kades). Sebab ada beberapa desa yang masa jabatan Kades-nya sudah habis.

Terkait pemilihan Kades, Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menegaskan, seseorang yang ingin mencalonkan diri sebagai Kades harus punya itikad untuk melakukan yang terbaik buat desanya. Sebab, peran Kades di Kabupaten Malinau sangat strategis.

“Yang paling utama di sini adalah, seorang Kades itu menjadi Kades karena ada itikad untuk melakukan sesuatu yang bisa diwujudkan oleh seorang pribadi yang siap menjadi Kades,” ujar Bupati Malinau Yansen TP kepada Radar Tarakan saat diwawancarai di Bandara Kolonel RA Bessing Malinau, Senin (25/2).

Menurutnya, mencalonkan diri jadi Kades itu bukan untuk mengejar supaya dihormati atau ada sesuatu yang ingin didapat. Karena tugas Kades di Malinau itu sama seperti tugas Bupati, hanya lingkupnya saja yang berbeda.

“Jadi jangan menjadi Kades itu karena kehormatan dan karena ada sesuatu yang didapat, tetapi yang paling utama adalah Kades itu dalam konteks pemerintahan Malinau mempunyai peran yang sangat strategis sebagai penyelenggara kepentingan rakyat,” tegas mantan Camat Kayan Hilir ini.

Oleh sebab itu, sebagai pimpinan daerah, dirinya mengharapkan kepada calon Kades, jarus siap melaksanakan tugas sesuai amanat Undang-Undang (UU) nomor 6 tahun 2014 tentang desa. “Siap menjadi Kades, berarti siap menjalankan tugas pemerintahan,” tegasnya lagi.

Diketahui bersama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau di bawah kepemimpinan Dr. Yansen TP, M.Si dan Topan Amrullah, S.Pd, M.Si mempunyai prinsip dasar penyelenggaraan pemerintahan, yaitu distribution of authority sharing power, yaitu Kepala Daerah dalam hal ini Bupati mendelegasikan kewenangan kepada Kades. Artinya Kades harus siap menerima dan melaksanakan kewenangan dan tugas yang didelegasikan Bupati.

“Jadi jangan karena euforia, kemudian ada aspek materi, kemudian rasa kehormatan sebagai Kades. Saya kira hal itu sesuatu yang jauh dari setiap Kades,” pungkasnya. (ags/fly)

 

Editor : anggri-Radar Tarakan