NUNUKAN – Sejumlah warga dari berbagai tempat datang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan untuk menjadi peserta pelipatan surat suara. Kali ini, jumlahnya di luar perkiraan pihak KPU Nunukan yang sebenarnya sudah menyiapkan kuota peserta pelipat.
Memang KPU Nunukan sejak Jumat (1/3) kemarin, mulai melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara. Dalam tahapan ini KPU melibatkan masyarakat umum guna surat suara dengan imbalan Rp 200 per lembar. Pemilihan peserta pemilih terpaksa dilakukan untuk menjaga keamanan pelipatan karena jumlah yang warga membeludak
“Ya, jadi terpaksa kami lakukan cabut undian KTP dan satu per satu kami bergantian data dan periksa. Tentu ini menghindari gejolak supaya tidak ada yang protes dan kebagian semua,” ujar Ketua KPU Nunukan, Hj. Dewi Sari Bahtiar.
Kata Dewi, pihaknya memang sudah ada datang surat suara dan perlengkapan lainnya, seperti formulir, hologram dan tinta. “Pelipatan surat suara melibatkan masyarakat. Dan ada upahnya yang dihitung per lembar sekitar Rp 200,” ungkap Dewi.
Selama proses ini, lanjut Hj. Dewi, dilakukan dua sesi, yakni siang dan malam dan dua lokasi di KPU Nunukan dan gedung serba guna KPU Nunukan. Tentu diharapkan dapat selesai tepat waktu. Ia menjelaskan, penyortiran dan pelipatan dimulai pukul 08.00 Wita pagi hingga pukul 17.00 Wita. Selanjutnya, dilanjutkan pada pukul 20.00 Wita sampai 22.00 Wita.
Penyortiran surat suara terlebih dahulu dilakukan guna mengetahui kondisi dari surat suara tersebut. Apakah dalam keadaan baik dan siap digunakan atau cacat serta rusak pada surat suara. Surat suara yang seperti ini tidak akan digunakan dan akan diganti dengan surat suara yang baru sesuai jumlah yang dibutuhkan.
Di hari pertama saja, sudah ditemukan ratusan surat suara yang rusak seperti tidak ada bagian depan, kosong dua sisi, kosong bagian dalam tanpa foto calon, robek dan ada nota seperti tinta. Dipastikan jumlah akan terus bertambah lantaran masih ada sesi pelipatan di hari selanjutnya. Pasca pelipatan, peserta juga akan kembali diperiksa dikhawatirkan ada yang membawa surat suara.
Setelah penyortiran dan pelipatan surat suara selesai dilakukan, pihaknya akan mendistribusikan logistik ke wilayah terjauh terlebih dahulu. Seperti Kecamatan Krayan, Krayan Selatan, Lumbis, Lumbis Ogong, Tulin Onsoi, Sembakung, Sembakung Atulai dan Sebuku. “Kalau distribusi logistik kami upayakan H-10 sudah bergerak, sehingga mereka ada kesiapan sebelumnya,” beber Dewi.(raw/zia)
Editor : anggri-Radar Tarakan