TARAKAN – Kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat dan masih ditemukan rukun tetangga (RT) yang belum menerapkan program Sampah Semesta membuat Pemerintah Kota (Pemkot) berniat mengevaluasi. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes.
Belum berjalannya penanganan sampah secara maksimal dikarenakan adanya ketidakcocokan program dan kondisi masyarakat Kota Tarakan saat ini. Sehingga dengan kondisi tersebut perlu dilakukan evaluasi.
“Yang jelas kami akan evaluasi strategi penanganan sampah semesta ini. Karena kami lihat kan belum sempurna. Jadi kami akan evaluasi di mana kira-kira titik yang harus kami benahi,” ujar Khairul, kemarin (4/4).
Program kebersihan akan tetap berjalan seperti biasa. Hanya, Sampah Semesta tetap akan dievaluasi.
“Sampah Semesta itu kan nama saja, tapi program kebersihan itu adalah pelayanan dasar pemerintah kabupaten/kota. Jadi, soal kebersihan ini apa pun namanya program itu harus ada. Tinggal bagaimana, strategi penanganannya supaya itu lebih efektif. Kan harapan kita lebih baik,” tuturnya.
Menurut Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan Supriono, program sampah dengan konsep baru wajar jika program yang ada dianggap cocok kurang cocok diterapkan.
“Kami sudah mendengar rencana evaluasi itu. Sah-sah saja, selama ada konsep yang dianggap lebih baik, kenapa tidak? Kan begitu. Kalau DLH sendiri selama upaya tersebut membuat masalah sampah di Kota Tarakan lebih baik, kita harus mendukung upaya itu,” tukasnya.
Dikatakan, masih banyak kawasan yang belum menerapkan Sampah Semesta. Itu menandakan program memang sulit diterima masyarakat. Sehingga harus ada konsep baru yang lebih cocok dengan kondisi Tarakan diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.
“Kalau kami melihat, banyaknya kawasan yang tidak menerapkan program Sampah Semesta merupakan bukti sulitnya masyarakat melakukan adaptasi. Tapi tidak bisa disalahkan juga, namanya sejak dulu sudah jadi kebiasaan membuang sampah di TPS. Semoga program selanjutnya cocok dengan kondisi masyarakat kita, sehingga permasalahan sampah di Tarakan bisa terselesaikan,” pungkasnya.
DLH BUTUH GEROBAK BARU
Keberadaan gerobak sampah dinilai sangat penting sebagai penunjang berjalannya dengan baik program Sampah Semesta. Gerobak sampah yang ada selama ini mengangkut sampah dari rumah-rumah warga menuju ke transfer depo.
Namun sebagian gerobak sampah rusak, berdampak pada pengangkutan. Perlu ada pengadaan gerobak sampah untuk menggantikan gerobak sampah yang rusak.
Supriono mengatakan, saat ini 250 gerobak sampah roda 2 dan 71 gerobak sampah roda 3 yang digunakan untuk mengangkut sampah dari rumah-rumah warga. Berdasarkan laporan, sebagian gerobak sampah tersebut sudah mengalami kerusakan sehingga tidak bisa digunakan dengan maksimal.
“Sebagian sudah rusak, sehingga butuh gerobak baru lagi agar proses pengangkutan sampah dari rumah warga tidak terkendala,” bebernya.
Terkait usulan pengadaan gerobak baru sudah diusulkan di APBD 2018 dan APBD 2019. Namun tidak terealisasi karena kondisi keuangan daerah.
“Rencananya kami usulkan lagi di APBD perubahan tahun ini, bila tidak diterima akan kami usulkan di APBD 2020,” jelasnya.
Dirinya menganggap gerobak sampah saat ini fungsinya sangat vital. “Kalau tidak ada gerobak sampah tentunya akan mengganggu berjalannya program, sehingga kami sangat berharap adanya pengadaan gerobak sampah yang baru untuk mengganti gerobak sampah yang rusak,’ harapnya.
Selain gerobak sampah, pihaknya juga berharap adanya peremajaan armada pengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Hake Babu.
“Saat ini armada mobil pengangkut sampah kami yang digunakan untuk berkeliling mengangkut sampah dari transfer depo berjumlah 21, tentunya jumlah ini masih kurang, karena bila ada armada yang rusak berdampak pada terlambatnya pengangkutan sampah dari transfer depo,” ungkapnya.
Meski kurang, untungnya ada penambahan 2 armada bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (*/zac/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan