Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Baru Dua SMK Terakreditasi BNSP

izak-Indra Zakaria • Rabu, 24 April 2019 - 19:46 WIB

TANJUNG SELOR – Pemerintah terus berupaya meningkatkan mutu lulusan SMK, agar memiliki daya saing dan siap masuk ke dunia kerja. Salah satunya, melalui sertifikasi jurusan.

Namun sayangnya, di Kalimantan Utara baru ada dua SMK yang memiliki unit lembaga sertifikasi profesi (LSP). Yakni, SMKN 1 Tanjung Selor dan SMKN 1 Tarakan.

"Tahun 2018 kemarin, di SMK 1 Tanjung Selor sudah mensertifikasi 15 anak. Yakni, untuk program akuntansi dan tata busana," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Sigit Muryono, Selasa (23/4).

Menurut Sigit, lulusan SMK memang ditargetkan dapat memiliki sertifikasi jurusan yang diakui di dunia industri nasional. Target tersebut dapat tercapai ketika sekolah bisa memiliki unit LSP yang terakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Karena itu, pihaknya akan mengupayakan SMK di provinsi ke-34 ini seluruhnya terakreditasi oleh BNSP. Tahun ini, ditargetkan SMKN 1 Nunukan dan SMKN 2 Malinau. Kepala SMK di Nunukan dan Malinau, kata dia, sudah dipanggil ke BNSP.

"Setidaknya setiap tahun jatahnya dua sekolah. Dalam jangka waktu panjang, ditargetkan seluruh SMK juga bisa memiliki," ujarnya.

Ia menjelaskan, adanya LSP di satuan pendidikan, lebih pada persoalan diakuinya lulusan SMK oleh dunia industri. Menurutnya, keberadaan LSP yang bersifat independen, dapat memacu peningkatan kompetensi lulusan SMK.

"Yang dilihat dari sertifikat ini bukan sekolahnya, tapi LSP yang menerbitkan. Ketika sudah terdata di BNSP, LSP ini diakui oleh seluruh perusahaan. Asesor di LSP ini ‘kan juga sudah diseleksi secara ketat oleh BNSP. Sehingga profesionalitasnya terjaga. Tidak bisa juga diatur guru yang mengajar untuk mensertifikasi," bebernya.

Lanjutnya, dengan adanya LSP dapat menghemat biaya sertifikasi. Sebab, tingginya biaya sertifikasi dikarenakan butuh dana transportasi dan akomodasi dari lokasi siswa ke LSP yang jauh.

"Dengan adanya LSP di sekolah, bisa efisiensi. Tidak perlu sampai ke daerah lain yang menghabiskan banyak ongkos. Ke depannya dengan adanya LSP, kita optimis lulusan yang ada bisa menjadi kompetitor tangguh," ujarnya. (*/fai/fen)

Editor : izak-Indra Zakaria
#pendidikan