TANJUNG SELOR – Penolakan terhadap demontrasi anarkis, terorisme dan paham radikalisme, dideklarasikan dalam parade kebangsaan yang diikuti pelajar, mahasiswa hingga pegawai pemerintahan di Lapangan Agatish Tanjung Selor, Kamis (17/10) sore.
Kapolda Kaltara Brigjen Indrajit mengatakan, kegiatan yang dilakukan agar masyarakat dapat menjaga keamanan dan ketertiban. Apalagi, dalam waktu dekat ada momen pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.
Apabila ada upaya oknum mengganggu kamtibmas jelang pengambilan sumpah/janji presiden dan wakil presiden, kata dia, berarti oknum tersebut menginginkan adanya perpecahan bangsa ini.
"Saya melihat warga Kaltara, khususnya Bulungan mendukung adanya pelantikan presiden dan wapres dan menolak bentuk kekerasan," ujarnya.
Selain itu, Kapolda juga berpesan agar masyarakat lebih cerdas menyikapi pemberitaan yang tersebar di media sosial. "Jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang belum diketahui kebenarannya. Warga harus cerdas, jangan terpengaruh hal-hal intoleransi, paham radikalisme dan terorisme," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menyatakan akan dilaksanakan doa bersama selepas salat Jumat. Menurut Gubernur, doa bersama agar warga Kaltara hidup tentram, damai, rukun dan aman. (uno/fen)
Editor : uki-Berau Post