TANA TIDUNG - Cuaca ekstrem, membuat sebagian pemilik rumah khawatir terjadinya pohon tumbang yang dapat mengenai sejumlah rumah.
Terlebih lagi cuaca buruk sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Sebagian warga resah karena saat terjadi angin kencang, bisa saja merobohkan pohon yang jabuk disekitaran jalan dan rumah.
Rulli salah satu warga di Jalan Tana Abang mengatakan, seringnya hujan disertai angin kencang membuatnya takut pohon tumbang bisa saja sewaktu-waktu mengenai rumah miliknya. Kebetulan, ada satu pohon mangga yang berada di depan rumahnya cukup besar dan dianggap sudah tua.
"Cuaca tidak bagus,angin kencang setiap malam. Di depan rumah saya ada pohon mangga besar yang usianya sudah tua. Saya takut aja kalau pohon itu rebah dan mengenai rumah saya,"kata Rulli kepada Radar Tarakan, Minggu (19/1). Ia pun berinisiatif untuk menebang pohon mangga tersebut antisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan.
"Saya takut kalau malam angin kencang pohon ini tumbang. Lebih baik saya tebang saja dari pada musibah nanti,"jelasnya.
Warga lainnya yang bermukin di Jalan Jenderal, Sudirman Siti, mengungkapkan tingginya curah hujan dan angin kencang membuat sebagian pohon di pinggir jalan tumbang.
"Dua hari lalu pohon depan rumah saya tumbang, memang angin kencang pada malam itu. Saya kira rumah saya tertimpa ternyata hanya satu meter dari rumah saya sedikit lagi pasti kena," ungkap Siti.
Dia mengatakan, gapura 17 Agustus yang dipasang warga di depan jalan pun tak luput ditiup angin dan akhirnya rubuh.
"Kemaren saja gapura depan jalan itu roboh ditiup angin, untung aja ketika roboh tidak ada pengendara atau orang yang berada di bawah, kalau ada pasti tertimpa gapura," ujarnya.
Ia berharap, warga yang memiliki pohon tumbuh tak jauh dari rumah, baik di belakang atau di depan rumah, sebaiknya segera menebang apalagi pohon tersebut dinilai sangat tua. Antisipasi roboh mengenai rumah warga.
Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Didik Darmadi mengatakan, cuaca tak menentu dan sering hujan disertai angin kencang, tak jarang banyak pohon yang tumbang.
“Memang banyak pohon-pohon yang tumbang akibat angin. Makanya kami juga mengingatkan kepada warga yang di sekililing yang terdapat pohon agar menebang pohonnya. Ditakutkan jika angin kencang pohon itu rebah mengenai rumah. Kan bahaya. Jadi sebaiknya ditebang saja," kata Didik Darmadi.
Ia mengakui, sejak cuaca ekstrem dalam sebulan terakhir selain banyak pohon tumbang, ada juga atap rumah warga yang terbang.
"Hampir setiap hari ada aja pohon baik kecil maupun besar yang rebah akibat angin yang kencang. Karena memang sekarang cuaca di Kaltara sedang tidak bagus sehingga kita harus waspada setiap bencana alam yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi,"ungkapnya.
Ia berharap, agar semua warga selalu waspada cuaca ekstrem baik yang di laut maupun yang berada di darat. "Harus waspada selalu, baik yang mencari nafkah di laut maupun di darat harus tetap waspada di musim ekstrem sekarang," tuturnya. (rko/zia)
Editor : anggri-Radar Tarakan