Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Amal Ditemukan Meninggal Dunia

anggri-Radar Tarakan • Jumat, 4 September 2020 - 17:52 WIB
EVAKUASI: Pencarian hari kedua korban tenggelam di Sungai Kayan membuahkan hasil, korban ditemukan pukul 23.35 WITA, Rabu (2/9)./BPBD BULUNGAN UNTUK RADAR KALTARA
EVAKUASI: Pencarian hari kedua korban tenggelam di Sungai Kayan membuahkan hasil, korban ditemukan pukul 23.35 WITA, Rabu (2/9)./BPBD BULUNGAN UNTUK RADAR KALTARA

TANJUNG SELOR - Korban tenggelam di Sungai Kayan, Amal (19) akhirnya ditemukan setelah proses pencarian selama 2 hari. Korban ditemukan sekira 2 nauticalmile (NM) dari lokasi kejadian.

Kepala Basarnas Tarakan, Amiruddin A.S.,S.Sos menyampaikan, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Sungai Kayan tepatnya di Satuan Permukiman (SP) 6 Bulungan, sekira pukul 23.35 WITA, Rabu (2/9). Jarak dari lokasi kejadian dan ditemukan korban sekira 2 NM dari lokasi kejadian korban tenggelam.

Kemudian, sekira pukul 00.20 WITA, Kamis (3/9), korban langsung dievakuasi menuju RSD dr. Soemarno Sosroatdmojo Bulungan. "Pukul 1.15 WITA tim gabungan melaksanakan debriefing dan Ops SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup," ucap Amiruddin, kemarin.

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan yang dikerahkan melakukan  pencarian terdiri dari tim rescue kantor SAR Tarakan, Polair Polres Bulungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, BPBD Bulungan, Pos AL Tanjung Selor, keluarga korban dan masyarakat.

"Proses pencarian, kondisi cuaca, untuk arah angin barat ke barat laut, kecepatan angin 3-5 knots dan tinggi gelombang hingga 0,2 meter," sebutnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan, Ali Patokah menambahkan, pencarian yang dilakukan selama 2 hari terakhir telah dihentikan. Korban pertama kali ditemukan personel BPBD Bulungan, kemudian dilaporkan dan dievakuasi dan telah diserahkan ke pihak keluarga. "Sudah ditemukan. Sudah diserahkan ke pihak keluarga," singkatnya.

Untuk diketahui, Amal sebagai anak buah kapal (ABK) KM Alfiah bekerja sebagai penambang pasir. Ia terjatuh dari kapal saat berjalan di pinggir kapal untuk membantu rekannya yang melempar jangkar di Sungai Kayan, sekira pukul 9.30 WITA. Warga Jalan Padaelo, Tanjung Selor ini bekerja sebagai penambang pasir sekira 2 bulan lamanya. Rekan korban sempat memberikan pelampung saat korban terjatuh. Sayangnya, tak dapat diraih korban. Sehingg Usman terjun ke sungai untuk menolong Amal, namun tidak menemukan korban. (akz/eza)

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan