KEMARIN (23/9), peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali meroket.
Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara, ada tambahan 29 kasus konfirmasi positif baru di Tarakan. Semua yang dinyatakan terkonfirmasi itu merupakan kontak erat dari kasus sebelumnya.
Adapun 29 kasus konfirmasi baru itu meliputi ES (46), RR (27), HP (46), DR (24), SY (47), MW (41), MF (22), AP (34), LM (38), RW (27), RA (22), HS (39), PA (22), AM (25), GE (22), YE (27), SS (30), AB (36), KF (24), ZA (26), WN (41), TF (31), AF (25), JK (35), KY (43), DE (21), SA (29), FR (41), dan AR (32).
“Sebanyak 29 kasus konfirmasi positif baru ini semuanya berjenis kelamin laki-laki,” ujar Agust kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Rabu (23/9).
Dengan bertambahnya 29 kasus konfirmasi di provinsi termuda Indonesia ini, maka total keseluruhannya naik menjadi 532 kasus. Sementara yang meninggal dunia sebanyak 3 orang di Kabupaten Bulungan.
Sedangkan untuk pasien sembuh di Kaltara bertambah 4 orang di Bulungan yang meliputi HQS (40) perempuan yang merupakan kontak erat, MDS (40) laki-laki dari kasus transmisi lokal, KS (18) laki-laki yang juga transmisi lokal, serta EP (35) laki-laki pelaku perjalanan dari Samarinda.
Dengan adanya tambahan 4 orang yang dinyatakan sembuh itu, maka total kesembuhan di provinsi ke-34 ini naik menjadi 432 orang. “Sementara yang masih dirawat saat ini sebanyak 97 orang dengan sebaran terbanyak di Tarakan dengan jumlah 45 orang, lalu di Bulungan 43 orang, kemudian di Nunukan 5 orang, dan terakhir di Malinau sebanyak 4 orang,” sebutnya.
Sementara di Tana Tidung masih mempertahankan status zero kasus untuk yang kedua kalinya. Saat ini, berbagai upaya masih terus dilakukan pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19 ini.
Salah satunya degan diterbitkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru dan Penerapan Disiplin Menuju Masyarakat Kaltara Produktif
dan Aman Covid-19.
TARAKAN 37 POSITIF
Positif Covid-19 di Tarakan bertambah signifikan. Sebanyak 29 kasus importir yang terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (23/9).
Dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti M.Kes, tambahan 29 pasien tersebut masih berhubungan dengan kasus terkonfirmasi terdahulu, yakni kasus ke-163 AZK (32) yang juga merupakan kru kapal khusus dari Surabaya, Jawa Timur. “Kapal khusus ini tidak membawa penumpang ataupun logistik. Mereka dalam keperluan berdinas. Tapi asalnya dari Surabaya, tiba di Tarakan sudah lama. Tapi selama masih menunggu hasil pemeriksaan swab, mereka tetap isolasi mandiri,” terangnya.
Adapun ke-29 pasien tersebut, kasus ke-193 ES (46), kasus ke-194 RRC (27), kasus ke-195 HP (46), kasus ke-196 DRS (24), kasus ke-197 SY (47), kasus ke-198 MW (41), kasus ke-199 MF (22), kasus ke-200 AP (34), kasus ke-201 LMJ (38), kasus ke-202 RSW (27), kasus ke-203 RA (22), kasus ke-204 HS (39), kasus ke-205 PAP (22), kasus ke-206 ASM (25), kasus ke-207 GEP (22), kasus ke-208 YEP (27), kasus ke-209 SS (30), kasus ke-210 AB (36), kasus ke-211 KF (24), kasus ke-212 ZA (26), kasus ke-213 WN (41), kasus ke-214 TQ (31), kasus ke-215 AF (25), kasus ke-216 JM (35), kasus ke-217 SA (29), kasus ke-218 K (43), kasus ke-219 DEP (21), kasus ke-220 FR (41), dan kasus ke-221 AR (32). “29 pasien tambahan tersebut diisolasi di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT),” bebernya.
Dijelaskan dr. Devi, klaster kru kapal ini bermula dari kasus ke-163 yang terkonfirmasi positif positif Covid-19 tepat 6 September, dua pekan lalu. Kemudian disusul lagi 7 tambahan, Selasa (22/9) yakni kasus ke-186 SP (50), kasus ke-187 NA (39), kasus ke-188 MH (38), kasus ke-189 EFI (30), kasus ke-190 D (43), kasus ke-191 DJ (43), dan kasus ke-192 MHS (29).
Sehingga total kru kapal yang dilakukan pemeriksaan swab sebanyak 101 orang. Namun hasil sampel yang baru didapatkan sebanyak 70 orang, yang 37 di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19 dan 33 orang yang mendapatkan hasil negatif. “Jadi yang masih menunggu hasil sisa 31 orang. Tapi selama mereka menunggu hasilnya, mereka tetap isolasi mandiri jadi kontaknya hanya mereka saja di dalam satu kapal,” katanya.
“Mereka melakukan pemeriksaan sampel di tiga tempat. Di RSUKT, RSUD Tarakan, dan dikirim ke BBLK Surabaya. Mereka sudah 18 hari, tapi hasilnya ada yang baru keluar,” lanjutnya.
Sehingga pasien yang masih berstatus positif Covid-19 di Tarakan mencapai 46 orang. Yang di antaranya 3 pasien diisolasi di RSUD Tarakan, sebanyak 38 psaien diisolasi di RSUKT, dan 5 orang melakukan isolasi mandiri. “Jadi jumlah kumulatif positif 221 orang, dan yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebanyak 175 orang,” tutupnya. (iwk/*/one/lim)
Editor : izak-Indra Zakaria