TANJUNG SELOR – Pandemi Covid-19 berdampak terhadap anjloknya cakupan imunisasi polio atau atau inactivated polio vaccine (IPV) di Kaltara. Sampai saat ini cakupan baru 46,78 persen. Jumlah itu masih jauh dari target nasional 95 persen.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, sejak awal Oktober 2020, imunisasi polio atau IPV di Kaltara telah dilakukan dan sampai saat ini masih terus berjalan. "Tetapi, untuk Kota Tarakan pelaksanaan imunisasi polio baru dimulai," kata Agust kepada Radar Kaltara, Sabtu (7/11).
Karena di awal Oktober sempat ada beberapa tenaga kesehatan (nakes) yang dinyatakan terkonfirmasi positif. Sehingga proses imunisasi tertunda. "Kalau tidak salah dari total enam puskesmas yang akan melaksakan imunisasi ada empat puskesmas yang nakes-nya terkonfirmasi positif," ujarnya.
Hal itulah yang menyebabkan cakupan imunisasi polio di Kota Tarakan masih rendah. Karena pelaksanaan imunisasi baru dimulai pekan ini. "Target sasaran imunisasi polio di Kota Tarakan ini banyak juga," bebernya.
Hingga saat ini dari total sasaran sebanyak 61.851 orang anak, baru 18,85 persen anak yang sudah diimunisasi. Nantinya, imunisasi akan menyasar 201.419 orang anak usia 4 bulan sampai 15 tahun dan akan dilaksanakan hingga Desember mendatang.
"Kalau target 95 persen tidak tercapai ada kemungkinan pelaksanaan imunisasi diperpanjang hingga mencapai target yang sudah ditetapkan," ungkapnya.
Untuk waktu pelaksanaan imunisasi ini tidak mengikat. Sehingga pelaksanaannya dapat diperpanjang. Kendati demikian, pihaknya mengaku akan tetap berupaya agar akhir tahun ini target nasional tersebut bisa tercapai. "Pandemi ini juga sangat berpengaruh pada cakupan. Tetapi, kami akan terus berupaya," bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, H. Imam Sujono menambahkan, imunisasi polio di daerah ini masih terus berjalan dan sampai saat ini cakupannya sudah 78,99 persen. “Artinya, sudah ada 32.466 orang anak yang diimunisasi,” bebernya.
Sampai saat ini laporan harian dari 12 puskesmas masih terus berjalan, sehingga pihaknya optimistis target nasional dapat tercapai di Kabupaten Bulungan. “Insyaallah, kalau perlu 100 persen,” yakinnya. (*/jai/eza)
Editor : anggri-Radar Tarakan